tragedi sukhoi

Memprihatinkan, Bangunan SD di Tepi Jurang Nyaris Roboh

Kamis, 3 November 2011 20:01 wib
Posisi SDN 118345 di tepi jurang di Labuhanbatu, Sumut. (Dok: Sindo TV)
Posisi SDN 118345 di tepi jurang di Labuhanbatu, Sumut. (Dok: Sindo TV)

LABUHANBATU - Sebuah sekolah dasar di Kuala Beringin, Desa Aek Songgar, Kecamatan Kuala Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, terancam runtuh.
 
Sebagian halaman SDN 118345 ambrol ke dalam tanah hingga membentuk jurang sedalam 20 meter. Akibatnya posisi sekolah kini berada tepat di tepi jurang.

Kondisi ini sebenarnya telah berlangsung selama tiga tahun, namun karena tak kunjung diperbaiki posisi bangunan sekolah semakin kritis.

Indah Lestari, salah seorang pelajar SDN 118345, Kamis (3/11/2011), mengaku dia dan teman-temannya sangat khawatir saat belajar. Posisi sekolah sudah sangat membahayakan. Terlebih lagi saat hujan turun, kontur tanah mulai rapuh dan rentan longsor.

Meskipun dihinggapi ketakutan, para siswa terpaksa menjalani aktivitas belajar. Pasalnya SDN 118345 merupakan satu-satunya sekolah tingkat dasar di Desa Aek Songgar. Sedangkan sekolah lain berjarak sekira tiga jam perjalanan.

Siti Juhariyah, salah seorang guru SDN 118345, mengatakan selain keadaan gedung yang berada di tepi jurang, fasilitas sekolah juga minim. Beberapa bangunan sekolah juga sudah rapuh.

Meja dan kursi di sekolah ini juga memprihatinkan. Kaki dan tangan kursi di ruang kepala sekolah sudah rusak sehingga harus disangga mengunakan ember wadah cat.

Juhariyah berharap ada perhatian dari dinas pendidikan sehingga keberlangsungan pendidikan di satu-satunya SD di Desa Aek Songgar itu bisa terus berlangsung.

(Fachrizal/Sindo TV/ton)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.