JAKARTA - Khawatir dengan kondisi tembok kelas yang retak, 50 orang siswa kelas 6 SDN Cipinangbesar Selatan 07 Pagi, Jatinegara, Jakarta Timur, mulai sejak Juni 2011 lalu, kegiatan belajar mengajar (KBM) dipindahkan ke ruang Kelas 5, sedangkan Kelas 5 kini terpaksa masuk siang.
Kondisi tembok yang retak di ruang Kelas 6, diduga karena pembangunan banjir kanal timur beberapa waktu lalu yang menyebabkan pondasi amblas hingga 10 sentimeter. Keretakan pada tembok sekolah ini, tidak beraturan dan tembus dari dalam ke luar ruangan. Bahkan tembok yang retak ini menjadi pemandangan bagi masyarakat yang melintas di Jalan Basuki Rahmat.
"Keretakan sudah terlihat sejak 2009 namun masih kecil, yang terparah pada Juni 2011 lalu, dan kami pada Agustus sudah melaporkan ke Sudin Dikdas Jakarta Timur yang hingga kini belum ada tanggapan," kata Kepala Sekolah SDN Cipinang Besar Selatan 07 Usman Effendi, kepada wartawan, Selasa (15/11/2011).
Usman menjelaskan dalam surat yang dikirim bernomor 035/1.851.2.061, dia melaporkan adanya kerusakan tembok dan beton yang mulai terpisah, pondasi mulai turun dan lantainya jadi bergelombang.
"Oleh karena itu ruang kelas tersebut kami kosongkan, kami juga memohon perhatian dan bantuan untuk mengatasi masalah ini," ujarnya.
Akibat kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan ini, siswa yang berjumlah 290 orang menjadi terganggu kegiatan belajar mengajar.
"Saya berharap sekolah direhab, mengingat siswanya banyak, gedung juga sudah tua, dibangun pada 1971 namun baru direhab pada 2004," terangnya.
Dia menduga keretakan tembok itu akibat pemasangan tiang pancang saat pembangunan KBT. Jarak antara sekolah dengan bibir BKT hanya 100 meter. Akibat kondisi bangunan yang memprihatinkan itu, pelaksanaan KBM menjadi terganggu. Siswa tidak dapat belajar secara maksimal. Jumlah siswa di sekolah ini seluruhnya mencapai 290 siswa. Dia berharap agar sekolah direhab total mengingat jumlah siswanya banyak dan gedungnya sudah tua, dibangun sejak tahun 1971 namun baru direhab tahun 2004 lalu.
Menanggapi hal tersebut, Kasie Sarana dan Prasarana Sudin Dikdas Jakarta Timur Daniel Medan, menjelaskan dirinya belum menerima surat permohonan rehab dari sekolah. Namun, dia akan mengususlkan agar gedung tersebut di rehab.
"Kita ususlkan rehab pada 2012, menggunakan APBD perubahan, dengan anggaran sekitar Rp750 juta karena tidak terlalu parah rusaknya," paparnya.
(lam)