JAKARTA - Pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bari dipilih DPR harus bisa menjaga independensi dan mampu menangkal upaya-upaya pelemahan dan pemecahbelahan yang dilakukan pihak tertentu.
Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai akan ada upaya memperlemah posisi kepimpinan KPK dengan cara mencari-cari dan mengungkit kesalahan yang mungkin pernah dilakukan pimpinan KPK periode lalu.
“Pimpinan KPK harus selalu waspada dan patuh pada etika, karena akan muncul banyak perangkap yang bisa direkayasa untuk memperlemah posisi setiap figur pimpinan KPK,” ujar politikus Partai Golkar itu dalam pesan singkatnya kepada okezone, Minggu (4/12/2011).
Menurut Bambang, pimpinan KPK yang baru pelu belajar dari pengalaman buruk periode pimpinan KPK sebelumnya.
“Saya ingatkan pimpinan baru KPK untuk belajar dari pengalaman buruk yang pernah menimpa beberapa figur pimpinan KPK sebelumnya. Pengalaman mereka sangat berharga dan mahal. Kepemimpinan mereka menjadi tidak efektif karena ketidakpatuhan pada etika kepemimpinan,” sambungnya.
Bambang menjelaskan formasi baru kepemimpinan KPK di satu sisi akan menumbuhkan harapan baru, namun di sisi lain menimbulkan kemarahan dan kegelisahan pihak tertentu yang tidak bersih dari perilaku korup. Saat itulah muncul upaya kooptasi dan pelemahan terhadap KPK.
Beban pimpinan baru KPK, kata Bambang, bertambah berat dengan proses hukum sejumlah kasus besar seperti skandal Bank Century dan cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia tahun 2004.
Pekerjaan berat lainnya adalah menyikapi kejanggalan dakwaan terhadap Muhammad Nazaruddin dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games Palembang.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.