tragedi sukhoi

Nasabah Tunanetra Protes Diskriminasi BII & BNI

Selasa, 6 Desember 2011 02:00 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

MALANG - Abdul Halim, 42 tahun, kecewa karena merasa menjadi korban diskriminasi Bank Internasional Indonesia. Dia mengaku BII menolak keinginannya untuk membuka rekening hanya karena dia tunanetra.
 
Warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini juga memiliki pengalaman pahit dengan Bank Negara Indonesia. Awalnya tanggal 22 November dia berencana membuka rekening di BII Kepanjen. Namun karena ditolak, dia akhirnya mencoba membuka rekening di BNI Syariah cabang Kepanjen.

Di BNI, Abdul Halim diperbolehkan membuka rekening baru, bahkan mendapat kartu Anjungan Tunai Mandiri. Namun sehari usai mendatangi BII untuk komplain, pada 24 Novemeber dia tak bisa mengambil uang di ATM BNI Syariah.

Abdul sempat mempertanyakan hal tersebut ke customer service BNI Syariah. “Saya kecewa dengan Bank Indonesia, mereka diskriminasi,” kata Abdul, Senin (5/12/2011).

Sementara itu, pihak BII sulit diminta keterangan. Adapun Kepala BNI Syariah Imam Nur Hidayah mengaku pemberian ATM kepada Abdul Halim merupakan kesalahan custumer service. Pasalnya, hingga saat ini BNI Syariah belum mempunyai layanan untuk penyandang tunanetra karena alasan keamanan.

”Tidak ada intervensi dari BII sehingga ATM kami bekukan,” kata Imam.
(Tutus Sugiarto/Sindo TV/abe)