Informasi Ribuan Kartu Kredit Bank di Asia Tenggara Bocor, Termasuk Indonesia

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 07 Maret 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 07 18 2179721 informasi-ribuan-kartu-kredit-bank-di-asia-tenggara-bocor-termasuk-indonesia-g1EadPoBhZ.jpg Ilustrasi.

RATUSAN ribu detail kartu kredit dari sedikitnya enam negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia dan Singapura, telah bocor secara online. Hal itu diungkapkan Technisanct, sebuah perusahaan keamanan berbasis di India.

Pekan ini Technisanct menyatakan telah menemukan serangkaian pelanggaran data yang melibatkan rincian kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank-bank terkemuka di Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Indonesia dan Thailand. Tidak disebutkan bank-bank apa saja yang terpengaruh.

"Hasilnya mengkhawatirkan karena tampaknya tidak ada yang menyadari bahwa volume besar rincian kartu pembayaran, termasuk CVV dan PIN, tersedia," kata CEO Nandakishore Harikumar sebagaimana dilansir South China Morning Post, Sabtu (7/3/2020). Harikumar merujuk pada nilai verifikasi kartu dan nomor identifikasi pribadi.

Siapa pun yang memiliki akses ke detail informasi tersebut dapat menyebabkan kerugian finansial bagi pemilik kartu, tambahnya.

Menurut Technisanct penelitiannya menemukan bahwa pemegang kartu kredit di Filipina adalah yang paling parah, dengan 172.828 detail kartu bocor, sementara Malaysia dan Singapura masing-masing memiliki 37.145 dan 25.290 kartu dilanggar.

Dalam sepekan terakhir tim dari Technisanct telah mengidentifikasi lebih banyak lagi kartu yang tersedia untuk dijual dari enam negara itu. Meskipun banyak sistem memerlukan kata sandi transaksi satu kali, ada portal yang tidak memerlukannya, katanya.

Nandakishore mengatakan dia telah mengirim email ke Computer Emergency Response Team (CERT), yang menangani insiden keamanan siber, di setiap negara dan menyarankan mereka untuk mengambil tindakan, meskipun tidak semua merespons.

Negara-negara Asia Tenggara telah terkena dampak kejahatan dunia maya termasuk pelanggaran data profil penting.

Pada 2018, perincian jutaan pelanggan layanan seluler di Malaysia bocor secara online, sementara pengecer produk kecantikan populer Sephora mengungkapkan akun online penduduk Hong Kong, Singapura dan Malaysia terkompromi oleh kebocoran data.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini