Bos Cantik Bank Swasta Ini Bobol Deposito Nasabahnya Rp62 Miliar, Begini Modusnya

Mohamad Chusna, Sindonews · Sabtu 08 Mei 2021 06:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 244 2407515 bos-cantik-bank-mega-ini-bobol-deposito-nasabahnya-rp62-miliar-begini-modusnya-Ev9Fi1csnP.jpg foto: ist

DENPASAR – Bareskrim Polri melimpahkan berkas mantan Kepala Cabang Bank Mega Cabang Gatot Subroto Denpasar, Bali, MRPP (36), ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. MRPP dilimpahkan bersama dua anak buahnya, PEP (34) dan IGSPP (33).

(Baca juga: Kewalahan Hadapi Lonjakan Pemudik, Polisi Tutup Total Jalan di Bekasi)

Dalam pelimpahan itu terungkap peran tiga tersangka dalam membobol dana nasabahnya senilai Rp62 miliar.

"Jadi MRPP bekerjasama dengan PEP sebagai staf bagian deposito," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Denpasar Kadek Hari Supriyadi, Jumat (7/5/2021).

(Baca juga: Miliaran Uang 6 Nasabah di Malang Mendadak Raib)

Dia mengungkapkan, MRPP dan PEP bekerjasama memalsukan data otentik nasabah berupa nomor handphone ke dalam sistem data base Bank Mega. Aksi itu dibantu IGSPP.

Selanjutnya kata dia, terjadi pemindahbukuan dana deposito nasabah ke rekening yang telah disiapkan tersangka. Saat customer service melakukan konfirmasi, nomor handphone yang dihubungi adalah nomor yang telah diganti tersangka.

Dengan modus itu, ketiga tersangka berhasil membobol dana deposito dengan nilai yang fantastis, Rp62 miliar. Sedikitnya ada 14 nasabah yang menjadi korban.

Saat ini ketiga tersangka mendekam di Rutan Polresta Denpasar sambil menunggu sidang di Pengadilan Negeri Denpasar. Mereka disangka melakukan tidak pidana dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi penciptaan, perubahan, penghilangan, pengerusakan informasi elektronik.

Dan atau dokumen eletronik dengan tujuan agar eletronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik. Dan atau tindak pidana perbankan. Dan atau tindak pidana transfer dana. Dan atau tindak pidana pemalsuan, dan tindak pidana pencucian uang.

Ketiga tersangka dikenakan pasal berlapis. Yaitu Pasal 51 jo Pasal 35 UU No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dan atau Pasal 49 ayat (1) dan (2) UU No.10 tahun 1998, dan atau Pasal 81, Pasal 83 dan Pasal 85 UU No.3 tahun 2011 tentang transfer dana.

"Juga pasal 263 KUHP, dan atau Pasal 266 KUHP, dan atau Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 UU No.8 tahun 2010 tentang pencegahan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dan atau Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," tutup Hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini