NUSA DUA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakini perkembangan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter akan menjadi tantangan terbesar dalam perkembangan demokrasi di abad-21. Kedua sosial media itu menjadi bagian dari partisipasi publik dalam demokrasi.
Hal ini membuat posisinya kian penting karena pada dasarnya demokrasi tidak bisa dilepaskan dari aspirasi rakyat.
“Pada abad-21, negara harus mampu menerjemahkan aspirasi rakyat. Bila komunikasi antara pemimpin dengan keinginan rakyat terputus, akan terjadi disfungsi politik,” ucap Presiden SBY dalam pembukaan Bali Democracy Forum IV (BDF) di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/12/2011).
Presiden mengambil gelombang demokratisasi di Timur Tengah sebagai contoh bagaimana Facebook dan Twitter berperan penting.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, BDF kali ini akan mengidentifikasi dan membahas secara lebih mendalam dua hal. Pertama, kemampuan negara menjawab secara positif tuntutan demokrasi. Serta bagaimana memastikan adanya ruang demokratik bagi partisipasi masyarakat luas dalam proses pengambilan kebijakan publik oleh Pemerintah.
“Kedua elemen tersebut sangat penting demi berkembangnya kehidupan demokrasi di wilayah,” ucap Menlu Natalegawa.
Pelaksanaan BDF IV akan berlangsung hari ini hingga 9 Desember besok. Delapan kepala Negara atau kepala pemerintah turut hadir dalam forum tersebut. BDF IV ini pun akan menekankan pada tema Enhancing Democratic Participation in a Changing World: Responding to Democratic Voices.
(abe)