PEKANBARU - Puluhan wartawan Pekanbaru, Riau, melakukan aksi demonstrasi menyusul sikap anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang diduga melecehkan Ahmad S Udi saat liputan.
Aksi solidaritas wartawan dari media online, televisi dan surat kabar ini dilakukan dengan cara mendatangi Kantor Panwaslu Pekanbaru di Jalan Tamrin. Anggota Panwaslu yang melecehkan wartawan adalah Dendy Gustiawan.
Dalam orasinya para jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan untuk Transparansi (Sowat) meminta agar Ketua Panwaslu mencopot pelaku yakni Dendy Gustiawan.
“Kami tidak terima atas perlakukan Dendy yang menghina dan menyebut kata kotor (menyebut alat vital) pada rekan kita saat diwawancarai. Ini penghinaan atas profesi wartawan. Dia harus dicopot," kata Sekertaris Sowat, Bagus Himawan kepada okezone Kamis (22/12/2012).
Sementara itu Ahmad S Udi menyatakan bahwa penghinaan itu terjadi kemarin saat dirinya mewancarai Dendy melalui telepon. Menurut Ahmad yang juga salah satu pemimpin redaksi online Pekanbaru ini saat diwancarai Ahmad S Udi mengamuk dan melontarkan kata-kata kotor. Yakni menyebut alat vital untuk Ahmad.
“Saya juga sudah melaporkan kasus ini ke Polresta Pekanbaru. Dengan UU pers," kata pria berjenggot lebat ini.
(ful)