tragedi sukhoi

Marzuki: Tak Ada Alasan Mengganti Ketum Demokrat

Ferdinan - Okezone
Rabu, 28 Desember 2011 11:24 wib
Anas Urbaningrum (Koran SI)
Anas Urbaningrum (Koran SI)

JAKARTA - Situasi internal Partai Demokrat kembali bergolak. Belakangan bermunculan pernyataan sejumlah kader Demokrat mengenai posisi Ketua Umum (Ketum) Anas Urbaningrum.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie berpendapat, pernyataan mengenai posisi Anas yang kemungkinan diganti terkait kasus yang menyeret Nazaruddin, merupakan pendapat pribadi bukan sikap resmi partai.

"Soal pendapat itu sah-sah saja. Kalau saya tentu punya sikap yang agak berbeda. Saya terlibat langsung dalam kompetisi. Apapun yang saya omongkan tidak baik," kata Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/12/2011).

Namun Marzuki menegaskan, hingga saat ini tidak ada alasan kuat untuk mengganti posisi Anas di pucuk pimpinan partai. "Sekarang tidak ada dasar untuk mengganti Anas," ujarnya.

Wacana penggantian Anas muncul setelah Nazaruddin berulang kali melakukan serangan. Nazaruddin acapkali menyebut Anas terlibat dalam sejumlah kasus korupsi seperti suap Wisma Atlet dan proyek Hambalang. (nto)
(ahm)

  • solihin suryana » 0 Tanggapan
    utk masaa depan partai,,,,,,,gantiiiiiiiii
    Beri Tanggapan Laporkan
  • FR Yoen,s » 0 Tanggapan
    Keinginan SBY mencopot Anas sdh menguat menjelang Rakornas PD di Sentul Bogor bbrp waktu lalu, tapi keinginan tsb kelihatannya diurungkan krn bisa menegelamkan PD, krn kemampuan anas menggaLang dkgn sebaagian besar DPD & DPC bisa jadi Pembina PD berpikir ulang, ditambah tdk adA yg bisa menjamin Anas akan diam bila kursinya yg telah dibayar mahal(spt diungkap sohibnya sdr Nazar yg sdg dlm pesakitan). Hal lain bila Anas dicopot dan dibiarkan menjadi tersangka ini bkn saja Indonesia tapi akan mengguncang dunia, kalo Nazar bisa apalagi Anas. Kalau Nazar tembakannya Anas, tentu sasaran tembakan Anas sdh dpt diprekdiksi..makanya banyak org bilang Anas very confident atas persoalan yg dihadaapi. Tapi tidak buat ........, (tanya pada para politikus)
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.