Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengaduan Kasus Sedot Pulsa Diduga Ada Motif Lain

Amril Amarullah , Jurnalis-Kamis, 29 Desember 2011 |21:37 WIB
Pengaduan Kasus Sedot Pulsa Diduga Ada Motif Lain
A
A
A

JAKARTA – Pemerhati masalah sosial Rully Wahyudi mengaku khawatir atas fenomena gugatan konsumen terhadap pelaku usaha atau produsen atas pelaporan kasus penyedotan pulsa.

Menurutnya, apa yang dilakuan Feri Kuntoro dalam mengangkat kasus penyedotan pulsa beberapa waktu lalu, sudah menyita perhatian publik bahkan menjadi bahan diskusi hangat beberapa forum diskusi media.

”Ini berlebihan dan akan merugikan, dan di waktu mendatang kecenderungannya akan semakin meningkat,” ujar Rully Wahyudi melalui rilis yang diterima okezone, Kamis (29/11/2011).

Rully juga menyesalkan sikap Feri Kuntoro yang sering melakukan komplain kepada banyak perusahaan, diantaranya Tagihan Mandiri September 2009 Ditagihkan Juni 2010, Senin 17 Oktober 2011 di suratpPembaca detik.com.

Feri juga diketahui pernah terkejut dengan tagihan Mandiri Hospital Saving yang lantas dimuat di okezone.com, 22 Maret 2010 serta  Kecewa pada Bank ANZ yang dimuat di seputarindonesia.com, 22 Agustus 2011.

Begitupun dengan protes Feri kepada PLN, yang berjudul PLN oh PLN dan dimuat di okezone.com, Kamis 19 Juni 2008), Delivery Mc Donald's Mengecewakan di Surat Pembaca detik.com, Kamis 15 Januari 2007, Kejadian Tidak Sepatutnya di Hotel Sheraton bandung, surat pembaca di detik.com, Selasa 8 Agustus 2010.

Rully menilai, Fenomena melakukan protes atas pelayanan publik yang dilakukan beliau di satu sisi patut diacungi jempol, karena terlihat dia faham menggunakan haknya dalam menyikapi pelayanan publik yang dilakukan oleh perusahaan, maupun BUMN yang dianggap merugikan dirinya.

Namun, Rully juga memiliki penilaian lain, apa yang dilakukan oleh Feri tak menutup kemungkinan didasari oleh motif ekonomi. Namun, sayangnya Rully enggan menyebut motif yang dimaksud itu. Baginya aktivitas Fery yang rajin mengkomplain atau “memediakan” perusahaan-perusahaan tertentu, menimbulkan kecurigaan dan tanda tanya baginya.

Pada kasus lain, Rully mencontohkan, yakni soal kartu kredit, Feri tampak complain pada hal-hal yang sebenarnya tak perlu. “Hanya dari sms penagihan yang berbunyi ‘abaikan jika anda sudah melunasi kartu kredit anda’, Feri melakukan complain dan memuatnya ke media. “Ini kan lucu, ada apa di belakang semua ini,” urai Rully.

(Amril Amarullah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement