JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Y Thohari tidak sepakat dengan rencana renovasi toilet gedung Nusantara I dengan anggaran Rp2 miliar. Dia pun meminta rencana tersebut dihentikan.
"Sudahlah dalam suasana seperti sekarang ini DPR tidak usah membangun apapun. Bahkan tidak perlu merenovasi apapun. Mau rusak itu bangunan, mau mampet itu toilet yang ada, tidak apa," ungkap Hajriyanto kepada wartawan, Kamis (5/1/2012).
Menurut Hajriyanto, anggota parlemen harus peka terhadap kebutuhan rakyat dan tidak terkesan mementingkan fasilitas untuk anggota DPR. "DPR harus bisa membaca kata hati rakyat sekarang ini," jelasnya.
Sebab, kata dia, bagaimana pun DPR adalah wakil rakyat. Dimana, rencana apa pun harus dengan persetujuan rakyat. "Rakyat tidak ikhlas DPR membangun apapun. Sudahlah, kita ikuti saja apa kata rakyat. Wong begitu maunya rakyat," pungkasnya.
Seperti diketahui, awal 2012 ini, Sekretariat Jenderal DPR merencakan renovasi toilet di gedung Nusantara I, tempat bekerja 500 lebih anggota DPR. Rencana ini ditanggapi beragam. Banyak anggota DPR yang setuju dengan rencana ini namun ada pula yang menyerahkan kepada Setjen.
Namun begitu, banyak pihak kembali mengritik DPR atas rencana renovasi ini. DPR dianggap selalu mementingkan kebutuhan fasilitas dibanding memperhatikan kepentingan rakyat.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.