tragedi sukhoi

Pemerintah Lepas 519 TKI ke Arab Saudi

Rabu, 11 Januari 2012 20:09 wib
Ilustrasi (Foto: daylife)
Ilustrasi (Foto: daylife)

JAKARTA - Dirjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Reyna Usman, melepas keberangkatan 519 TKI sektor formal yang akan bekerja ke berbagai perusahaan di Arab Saudi. Para TKI sektor formal tersebut akan bekerja di berbagai wilayah Arab Saudi seperti Jeddah, Makkah, Madinah, Riyadh dan kota lainnya.
 
Para TKI formal tersebut akan bekerja di bidang konstruksi, mechanical electrical, jasa perhotelan, dan bidang transportasi. Bahkan yang bekerja di Makkah akan bekerja untuk perluasan Masjidil Haram. Sedangkan yang bekerja dibidang kontruksi, akan bekerja perusahaan-perusahaan di bawah naungan perusahaan Saudi Binladin Group.
 
“Saat ini pemerintah tengah serius membuka peluang lowongan kerja baru bagi TKI formal untuk bekerja di Arab Saudi. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi dan solusi dalam penerapan moratorium penempatan TKI sektor domestic worker ke Arab Saudi," kata Dirjen Binapenta Reyna Usman, di Kantor Kemenakertrans, Jakarta, Rabu (11/1/2012).
 
Reyna mengatakan pemerintah menerapkan kebijakan strategis untuk mendorong penempatan TKI sektor formal dan menggeser pekerjaan pada sektor domestik worker seperti penata laksana rumah tangga. Secara bertahap penempatan TKI sektor domestic worker akan dihentikan pada tahun 2017.
 
“Peluang kerja sebagai TKI formal di Arab Suadi sangat besar. Peluang ini harus segera dimanfaat oleh para TKI yang hendak bekerja di Arab Saudi dengan mempersiapkan kelengkapan dokumen, keterampilan dan kompetensi kerja, penguasaan bahasa dan pendekatan budaya," urainya.
 
Reyna mengatakan, peluang ini harus segera ditindaklanjuti dan informasinya harus segera disebarluaskan kepada masyarakat dan calon TKI agar mereka benar-benar mempersiapkan diri dan melengkapi dokumen kerja yang dibutuhkan lowongan pekerjaan sebagai TKI formal yang tersedia, antara lain sebagai sopir, sales dan pramuniaga, kasir, pekerja pabrik, pekerja pertanian dan perkebunan, cleaning service, perawat dan lainnya.
 
Untuk mempersiapkan ketersediaan calon TKI formal yang hendak bekerja keluar negeri, Kemenakertrans akan lebih memberdayakan keterlibatan pemerintah daerah dalam perekrutan TKI.
 
“Dinas-dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan di tingkat provinsi, kabupaten/kota di seluruh Indonesia diharapkan bersikap pro aktif, agar tidak ada lagi perekrutan secara langsung oleh calo-calo di kampung-kampung masalah yang rentan dengan masalah," kata Reyna.
 
Setelah membenahi sistem penempatan dan perlindungan TKI ke Arab Saudi dan negara penempatan lainnya, lanjut Reyna, pihaknya juga memperketat pengawasannya.
 
"Kita pun akan meningkatkan dan memperketat aspek pengawasannya. PPTKIS yang menggunakan melakukan perekrutan yang tidak sesuai dengan prosedur akan ditindak tegas," pungkasnya.

(Iman Rosidi/Sindoradio/lam)

  • satrio » 0 Tanggapan
    semua itu hanya hoax!!!!! Tutup total tkw luar negeri,jangan buka lagi.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • masduki » 1 Tanggapan
    Asallam.mk. Bagi semua yg baca info dari saya terutama pihak pemerintah dimohon untuk menindak lanjuti para tki yg ada diluar negri. Contohnya saya sendiri bekerja kenegara brunai darusalam sudah 9 bln kata seponsor dari karawang kerja sebagai supir tapi disini merangkap juga sebagai tukang kebun bunga, bersih.. Nyapu halaman, bantu.. Cuci piring dll. Yg lebih buruk lagi majikan yg sering marah.. Tanpa salah apa. Kalo dia marah bikin sakit hati bilangnya yg tida punya otak, telinga,mata dll kadang.. Dia yg bikin masalah kita yg kena marah hampir tiap hari.. Apalagi kalo mau gajian habis dimaki..dan gaji saya lebih kecil dibanding gaji orang selain dari indonesia misalnya pilipna, banglades, dll mereka digaji hampir 2x lebih besar dari saya. Saya disini ber 6 semua orang indonesia. Tolonglah pemerintah kita cek ulang orang yg sudah bekerja gimana gajih, majikan, kerjaan, orang brunai bayaknya memandang rendah pd bembantu atau pekerja indonesia dia tidak bersikap kasar tapi berkelakuan kasar.. Dan ada juga yg tidak begitu tapi itu cuma 10 persen paling bayak semacam itu. Kita diindon susah cari usaha disini susah mau cari kerja yg senang. Jeritan tki dari brunei. Wasallam
    • arie
      pemerintah gak sempet ngurus tki .. dia skrng sibuk urus renopasi gedung pemerintah dan sibuk ngitung duit ..pemerintah cuma mau ambil devisa dan pajak tki saja sgala masalah ditanggung tki sendiri di negara mananpun
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.