BLITAR- Sebanyak lima orang tewas dan tiga lainnya kritis setelah pesta minuman keras di sebuah acara pernikahan warga di Dusun Sumberasri, Desa Tumpak Oyot, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar.
Mereka yang meninggal dunia ini adalah Tukilan (40), Siswadi (51) dan Agus (46). Ketiganya tercatat sebagai warga Desa Tumpak Oyot. Sedangkan Darman (50) dan Maryoto alias Kacuk(47) tercatat sebagai warga Desa Plandirejo, Kecamatan Bakung. Sementara korban yang dalam kondisi kritis diantarnya Kusno (35), dan Kasdi. Mereka yang kini dirawat di rumah sakit itu juga tercatat sebagai warga Desa TumpakOyot Kecamatan Bakung.
“Benar telah terjadi pesta miras yang mengakibatkan kematian. Saat ini kami tengah menyelidiki kasusnya, “ujar Kapolsek Bakung Ajun Komisaris Polisi Edy S kepada wartawan, Senin (16/1/2012).
Informasi yang dihimpun, pesta miras tersebut digelar di rumah Sunandar. Di sela meriahnya pesta pernikahan anak Sunandar pada Sabtu (14/1/2012), para korban menggelar pesta miras. Mereka menenggak minuman merek Topi Miring dan Kuntul yang dioplos dengan bir dan ramuan lainya. “Usai pesta mereka pulang ke rumah masing-masing," terang Edy.
Pada saat di rumah tersebut, miras oplosan tersebut bereaksi. Hampir bersamaan, satu persatu merasakan mual, pusing dan muntah. Karena kondisinya tidak segera membaik, pihak keluarga melarikan yang bersangkutan ke rumah sakit.
Korban Tukilan dan Suwandi tercatat meninggal dunia di RSU Mardi Waluyo Kota Blitar Senin (16/1). Sedangkan korban Darman dan Maryoto menghembuskan nafas terakhirnya di RSD Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Terakhir Agus meninggal dunia di RSUD dr Iskak Tulungagung.
Informasi yang diperoleh polisi, semua minuman keras tersebut diperoleh dari sebuah warung yang berada di wilayah Kecamatan Bakung. “Kita masih meminta keterangan penjual termasuk berapa jumlah yang mereka minum tersebut, “paparnya.
Selain dengan Polres Kota Blitar, pihak kepolisian juga masih berkoordinasi dengan petugas rumah sakit. Polisi ingin memastikan apakah kematian korban disebabkan overdosis atau hal lainnya. “Karenanya visum dan otopsi masih akan kita tunggu hasilnya,“ jelasnya.
Informasi yang dihimpun, peserta pesta miras tersebut diduga lebih banyak lagi. Hal itu mengingat pesta pernikahan selalu menghadirkan orang dalam jumlah besar. Jika memang benar demikian, jumlah korban tidak tertutup kemungkinan akan bertambah.
“Sebab di desa, pesta seperti ini sudah menjadi semacam tradisi. Dan kekuatan setiap orang tidak sama, “ujar salah seorang warga setempat.
(Solichan Arif/Koran SI/ugo)