Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dampingi Ical, Ipar SBY Lebih Kuat Ketimbang Mahfud MD

Amril Amarullah , Jurnalis-Kamis, 19 Januari 2012 |08:31 WIB
Dampingi Ical, Ipar SBY Lebih Kuat Ketimbang Mahfud MD
Kasad Jenderal TNI Pramono Ehie Wibowo (kanan) (foto:okezone)
A
A
A

JAKARTA – Partai Golkar memberi isyarat bakal menduetkan Aburizal Bakrie dengan Mahfud MD sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden 2014. Duet ini dianggap akan mampu meraih dukungan terbanyak dari publik.

Namun, hal itu dibantah oleh Ketua Departemen Kajian Kebijakan DPP Partai Golkar Indra J Piliang, bahwa itu belum diputuskan, masih panjang. Hanya saja, kalau mendengar masukan dari DPD 1 dan 2, justru nama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Pramono Edhie Wibowo, yang paling kuat.

"Dari 10 nama calon pendamping Aburizal Bakrie, urutan teratas paling kuat adalah Pramono Edhie dan dianggap tepat (pilihan DPD)," kata Indra J Piliang kepada okezone, Rabu (19/1/2012).

Jadi, nama lain seperti Mahfud MD, Khofifah, Djoko Suyanto, Sultan, Prabowo, maupun Puan Maharani, belum bisa mengungguli nama ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu yang memiliki kans paling kuat di mata kader Golkar di DPD.

"Saya melihat alasan teman-teman DPD memilih Pramono Edhie bukan karena SBY, justru itu tidak ada pengaruhnya, tetapi faktor lain seperti kalangan militer, Jawa luar Jawa juga faktor objektifitas," tuturnya.

Bahkan, lanjut Indra, dengan memilih jenderal bintang empat itu untuk mendampingi Ical, bisa saja ke depan Golkar akan berkoalisi dengan Demokrat. "Peluang dari kader Demokrat itu menjadi penting," tuturnya.

Kalau Mahfud MD sendiri, menurut Indra bisa saja, tetapi untuk memilih orang itu bukan sekedar ahli, tapi kalau ektabilitasnya rendah akan mengurangi peluang capres Aburizal sendiri.

"Jadi bukan hanya pintar, ahli dan pandai saja. Di Golkar banyak orang seperti itu, yang terpenting unsur lain yang perlu mendapat pertimbangan yang tepat,"

Sebelumnya, Sekjen Golkar Idrus Marham mengatakan, Golkar akan menentukan pasangan Ical, panggilan Aburizal melalui penyaringan calon yang akan dilakukan dengan mekanisme partai.

"Bukan hanya Mahfud. Sejak Ical dicalonkan pada saat yang sama juga muncul nama-nama yang diproyeksikan. Mulai Sultan, Mahfud, Prabowo, Pramono Edhy dan Puan," kata Sekjen Golkar Idrus Marham.

Nantinya nama-nama bakal calon wapres dari Partai Golkar akan diseleksi melalui survei yang dilakukan partai. "Karena itu di Golkar punya sistem. Siapapun nama-nama itu kita konfirmasi kepada rakyat lewat survei," jelasnya.

Idrus menambahkan keyakinan partainya mengusung Ical makin kuat setelah survei dari sejumlah lembaga riset menunjukan peningkatan tingkat keterpilihan (elektabilitas) mantan Menko Kesra tersebut.

"Elektabilitas (Ical) kian hari kian tinggi. Apalagi gerakan kerakyatan yang kita lakukan. Sehingga pertengahan tahun ini elektabilitasnya kita yakin mencapai nomor satu," pungkasnya.

(Amril Amarullah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement