Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tahanan Bentrok Sape Tolak Disebut Kabur dari Rutan

Agus Salim , Jurnalis-Minggu, 29 Januari 2012 |11:39 WIB
Tahanan Bentrok Sape Tolak Disebut Kabur dari Rutan
Ilustrasi penjara (foto: Ist)
A
A
A

BIMA- Pencabutan Surat Keputusan (SK) nomor 188 tentang izin eksplorasi pertambangan oleh bupati Bima, tidak otomatis membuat persoalan selesai. Para tahanan yang dikeluarkan paksa oleh massa dari Rutan Raba-Bima, diimbau agar kembali menyerahkan diri ke polisi.

Salah seorang tahanan yang dikeluarkan paksa tersebut Hasanuddin, mengaku keluarnya dia dari tahanan bukan berdasarkan keinginan pribadi.

Pria yang bertindak sebagai koordinator aksi saat unjuk rasa yang berakhir bentrok dengan aparat di Pelabuhan Sape akhir tahun silam mengatakan, mereka keluar atas desakan dari massa.

“Saya menolak jika disebut kabur atau melarikan diri,” kata Hasanuddin di Bima, Minggu (29/1/2012).

Hasanuddin menjelaskan, dirinya dan 53 tahanan keluar dari rutan untuk menyelamatkan aset rutan. Karena jika tidak keluar, maka rutan akan dibakar oleh massa.

Dia juga mengimbau kepada para petinggi Polri agar tidak asal mengeluarkan perintah penangkapan. Suasana yang masih bergejolak di masyarakat saat ini pelu dipertimbangkan oleh polri sebelum mengeluarkan perintah penangkapan tersebut.
 
Sementara itu, pantauan di lapangan hingga kini akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu masih dblokir warga.

Aktivitas masyarakat berlangsung seperti biasa, bahkan ruas jalan yang diblokir itu dimanfaatkan oleh anak-anak sebagai arena bermain sepakbola.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement