JAKARTA - Konflik horizontal terkait masalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) GKI Yasmin, Bogor dinilai Kapolri Jenderal Timur Pradopo sudah berlarut-larut. Bahkan diakuainya sudah terjadi saat dirinya menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat pada 2008.
"Ini sudah berlarut-larut sejak saya jadi Kapolda di Jabar, tentunya Kepolisian bukan dalam ranah yang diperdebatkan, namun kepolisian menjaga supaya tidak ada gangguan keamanan pada hal-hal yang sekarang menjadi perselisihan," ungkap Kapolri saat menjawab serangkaian pertanyaan anggota Komisi Hukum DPR RI, Rabu (1/2/2012).
Timur mengakui polisi berada di garis tengah dalam penyelesaian konflik ini dan mudah-mudahan bagi yang memang punya tanggung jawab, bisa menyelesaikan inti masalah mengenai IMB dan bukan masalah Kepolisian. Kehadiran polisi di sana, dilanjutkannya agar tidak ada gangguan keamanan apalagi supaya jangan sampai ada orang meninggal ataupun bangunan yang dirusak. "Tugas kita agar jangan sampai terjadi gangguan keamanan," cetusnya.
Sementara Boy Rafli Amar selaku Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri menegaskan kepolisian berada pada posisi netral dalam kasus GKI Yasmin. Artinya, kepolisian tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah Kota Bogor untuk mencari jalan terbaik kasus tersebut.
Boy berharap kepada seluruh pihak yang bersengketa agar dapat membangun rasa saling pengertian agar bisa membuat solusi. Polri juga ditambahkannya telah mengimbau agar menjauhkan tindakan kekerasan dan akan mengamankan lokasi GKI Yasmin setiap Minggu hingga kasus tersebut selesai.
(ful)