JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Lily Wahid menduga lahan GKI Yasmin yang ingin direlokasi oleh wali kota Bogor bakal dialihfungsikan untuk keperluan bisnis. Menurutnya ini merupakan langkah transaksional dari wali kota yang ingin memanfaatkan kepentingan umat sebagai lahan bisnis.
"Ini pintu masuk transaksional, di situ diberi tempat sama wali kota dan saya khawatir itu tanah diinginkan oleh orang lain, ini adalah bisnis," terang Lily kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Adik kandung Gus Dur itu mengaku, wali kota Bogor sudah menawar lahan GKI Yasmin sebesar Rp3,5 miliar. "Mereka sudah memberikan tawaran kepada GKI Yasmin Rp3,5 miliar, kemudian wali kota Bogor menanggarkan Rp4,5 miliar, masalahnya bukan itu, masalahnya begitu mudah orang membangkang terhadap keputusan MA dan memberikan lahan itu kepada orang lain," simpulnya.
Lily menyatakan hal ini yang harus diperjuangankan. Dia pun berharap Mendagri, Gamawan Fauzi bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. "Mendagri, ya mudah-mudahan, semoga dia bisa melaksanakan dengan benar, mengundang orang yang tepat dan dia mengawasi perilaku wali kota Bogor dan mencegah ideologi transaksional ini berkembang," tandasnya.
(ful)