JAKARTA - Amir Syamsudin mundur dari posisinya sebagai sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat. Hal itu disampaikannya dalam acara konferensi pers Partai Demokrat di Sekretariat DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat 7, Jakarta, petang ini.
Amir mengungkapkan alasannya untuk mundur karena keterbatasan waktu dan pikiran untuk mengemban jabatan sebagai sekretaris Dewan Pembina sekaligus menteri Hukum dan HAM.
"Sejak saya menjadi menteri begitu berat, sedangkan saya juga punya tanggung jawab sebagai sekretaris Dewan Kehormatan. Dewan Kehormatan mengemban tugas yang berat, harus menampung semua aspirasi rakyat dan kader yang ada di seluruh daerah," ujarnya.
"Sekretaris Dewan Kehormatan harus diemban oleh orang yang berkonsentrasi penuh, karena posisi tersebut sangat penting dan strategis," imbuhnya.
Pengunduran diri Amir merupakan keputusan bersama dari pertemuan anggota Dewan Pembina. "Dari pertemuan tersebut kemudian muncul pemikiran bahwa posisi sekretaris Dewan Kehormatan harus diisi oleh kader senior dan tidak sedang menjabat dalam struktur pemerintah, sekretaris Dewan Pembina tidak bisa dibuat sampingan," ungkapnya.
Kemudian Partai Demokrat memilih TB Silalahi yang sebelumnya menjabat sebagai ketua komisi pengawas Partai Demokrat untuk menggantikan Amir Syamsudin.
(ful)