BANDA ACEH - Kericuhan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Idi Rayuek, Aceh Timur, diduga sudah direncanakan agar mereka bisa kabur. Para narapidana diketahui sudah mempersiapkan senjata tajam sebelum kericuhan terjadi.
“Saat kejadian tadi banyak mereka (napi) itu memegang pisau rakitan, jadi memang sudah direncanakan. Mereka juga menyiapkan air cabai untuk menyerang petugas,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Iwan Eka Putra saat dihubungi okezone.
Dia menduga pisau-pisau yang dihunus para napi saat kericuhan Senin siang kemarin, dirakit di dalam tahanan. “Senjata itu dirakit seadanya tapi tajam, mereka buat pisau sendiri,” sebutnya.
Eka Putra menambahkan, sebelum kericuhan terjadi napi di sana juga kerap terlibat perselisihan. Sehingga pisau-pisau itu juga dibuat untuk pertahanan diri dari serangan sesama napi.
Hasyim, seorang napi, diketahui menderita luka sayat di leher ketika terjadi keributan. “Banyak yang pegang pisau rakitan. Bisa saja dia itu terkena, karena memang ada permasalahan yang terjadi sesama napi di situ,” ujar Eka Putra.
Pihaknya akan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan terkait kericuhan tersebut, namun tidak dalam waktu dekat. “Sedang panas begini masih rentan kalau kita periksa,” sebutnya.
(Anton Suhartono)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.