JAKARTA - Kepala Divisi Mabes Polri, Saud Usman Nasution menyatakan pihaknya masih menunggu hasil tes psikologi tersangka pembunuhan berantai berinisal M di Nganjuk, Jawa Timur. Diduga M merupakan seorang homo seksual yang membunuh banyak orang karena merasa cemburu.
"Saya baru berkoordinasi dengan Kasat Reserse Polres Nganjuk. Mereka masih menunggu dari tim psikologi dengan tersangka pembunuhan berantai dengan inisial M. Mudah-mudahan dari pemeriksaan itu bisa terungkap, kami akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut," jelas Saud kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/2/2012).
Namun, Saud mengaku dari penyelidikan secara umum, tersangka terlihat tidak ada rasa penyesalan sama sekali, bersikap biasa saja dan menganggap kalau ini kasus yang biasa. Tersangka juga tidak ada yang aneh, itu dari pengakuan tersangka.
Sedangkan, pengakuan sementara dari pacar M berinisal Mr J, sampai sekarang dari penyelidikan masih belum mengetahui tentang kejadian (pembunuhan berantai) tersebut. "Dia mengaku tidak mengetahuinya sama sekali," lanjutnya.
Sebagaimana sudah diberitakan sebelumnya, tersangka M mengaku sudah mengeksekusi para korbannya di 15 Tempat Kejadian Perkara (TKP) sejak tahun 2011 lalu. Polisi baru menemukan enam korban, dan empat di antaranya sudah tewas.
Selain mengamankan M, Polres Nganjuk juga menyita barang bukti uang lebih dari Rp1 juta, lima ponsel, beberapa kartu ponsel milik korban, racun tikus dan satu unit sepeda motor. Pelaku dijerat dengan pasal 334 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
(ful)