JAKARTA - Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Nugroho Djajusman menilai bahwa hadirnya kelompok pemuda di Jakarta yang bergerak dalam jasa penagihan utang, kerena masyarakat tidak mempercayai penegak hukum.
“Karena tidak mempercayai kepolisian misalnya lama penyelesaiannya. adalah salah satu fenomena masyarakat tidak percaya penegak hukum, polisi, jaksa dan pengadilan,” kata Nugroho saat berbincang dengan okezone, Minggu (19/2/2912).
Menurutnya sebaiknya masyarakat tidak memilih jalur singkat untuk menyelesaikan masalah hutang piutang. Sebab hal tersebut berpotensi memicu masalah baru.
“Masyarakat punya kepercayaan dan keyakinan, karena hukum diatas segala-galanya. Negara kita juga negara hukum,” tegasnya.
Lebih lanjut pemerintah juga harus menyediakan lapangan kerja yang layak bagi para kelompok pemuda tersebut.
“Artinya sejarahnya kawan-kawan John Kei banyak dari Ambon, mereka datang ke Jakarta mencari pekerjaan, kasarnya cari makan, permasalahan itu terjadi berarti bukan pihak polisi bertanggung jawab. tapi semua harus tanggung jawab, seperti Menteri Sosial, Menteri Pemuda dan Olah raga,” terangnya.
Seperti yang diketahui bahwa salah satu tokoh pemuda di Jakarta John Kei ditangkap oleh pihak Kepolisian lantaran diduga terlibat pembunuhan Direktur PT Sanex Steel Indonesia (SSI) Tan Hari Tantono di Swiss-Belhotel, Kamis 26 Januari Lalu. Ayung tewas dengan luka tusuk di leher di kamar 2701. John Kei yang diketahui sebagai tokoh Maluku ini, memiliki kelompok pemuda di Jakarta yang bergerak dalam jasa penagihan utang.(kyw)
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.