JAKARTA – Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis pada Minggu, 19 Februari 2012 kemarin, mengungkapkan suara Partai Demokrat merosot tajam hingga tujuh persen. Tentunya penurunan suara itu menjadi peringatan tersendiri bagi PD. Untuk menjawab itu, solusinya kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa adalah dengan melakukan konsolidasi yang massif untuk mengembalikan suara yang sangat potensial itu.
“Solusinya, konsolidasi massif niscaya terhadap suara potensial agar kembali,” ujar Saan saat dihubungi okezone, Senin (20/2/2012).
Selain itu kata Saan, penguatan peran-peran eksternal partai. Seperti penyerapan aspirasi konstituen, memastikan suara rakyat tersalurkan serta terlaksananya kepentingan rakyat.
“Kedua meningkatkan peran-peran eksternal berhubungan dengan kepentingan masyarakat,” kata dia.
Lanjut Sekretaris Fraksi PD DPR RI itu, hal yang tak kalah penting adalah menguatkan keberadaan partai di luar. Dan semua kader harus menjaga etika partai, bersih, cerdas dan santun. Maka dengan itu semua, Saan yakin suara partai yang hilang akan kembali memilih PD.
“Ketiga memperkuat eksistensi partai di eksternal dan menjaga etika yang berjargon bersih, cerdas dan santun,” tukasnya.
Sebelumnya, hasil survei LSI pada tanggal 1-12 Februari 2012 mengungkapkan, Partai Demokrat kembali mengalami penurunan sebesar tujuh persen suara. Partai Demokrat secara elektabilitas menurun drastis. Dari perolehan 21 persen pada pemilu 2009 lalu, saat ini menjadi 13,6 persen. Sedangkan Partai Golkar 15,5 persen, PDI Perjuangan 13,6 persen, Gerindra 4,9 persen, PPP 4,9 persen, PKB 4,6 persen, PAN 4,1 persen, PKS 3,7 persen, Hanura 1,2 persen, dan 5,1 persen memilih partai lain (non parleman), serta 28,9 persen masyarakat belum menentukan pilihan.
Menurut peneliti senior LSI, Burhanuddin Muhtadi, penurunan yang dialami Demokrat belum mampu dimanfaatkan oleh PDI P dan Golkar.
"Kedua partai besar tersebut belum mampu mengambil keuntungan dari penurunan elektabilitas Demokrat. Sedangkan Gerindra, PPP, PKB, PAN, dan PKS mengalami stagnasi karena hasil dari survei tidak jauh beda dengan perolehan suara di pemilu tahun 2009,” ujarnya, Minggu (19/2/2012).
Jumlah responden dalam survei ini sebesar 2.050 yang ada di 33 provinsi di Indonesia dan diperkirakan margin of error sebesar 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode wawancara dilakukan dengan tatap muka. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel. Partai yang dijadikan pilihan dalam survei ini adalah 38 partai peserta pemilu 2009.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.