tragedi sukhoi

Dipecat Demokrat, Ini Penjelasan Sudewo

Ferdinan - Okezone
Sabtu, 25 Februari 2012 16:41 wib

JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat memberhentikan Sudewo dari posisi Sekretaris Divisi Pembinaan Organisasi. Berdasarkan rekomendasi Dewan Kehormatan (DK) Demokrat, Sudewo diberhentikan karena terlalu sibuk mengurus musyawarah daerah (musda) dan musyawarah (muscab) partai.
 
Saat dikonfirmasi wartawan, Sudewo memberikan klarifikasi. Menurut dia, dirinya pernah diminta penjelasan oleh DK pada awal Desember 2011. "Saya memang pernah dipanggil DK," kata Sudewo saat dihubungi wartawan, Sabtu (25/2/2012).

Saat itu, DK meminta klarifikasi atas pelaksanaan Musda dan Muscab Demokrat di seluruh Indonesia. Menurutnya, DK menengarai adanya indikasi pelanggaran AD/ART atas pelaksanaan pemilihan pimpinan pengurus partai di daerah.

“Tapi tidak ada pertanyaan soal itu (uang). Pertanyaannya, apa benar saya melaksanakan Musda dan Muscab dengan unsur pemaksaan dan ancaman terhadap pemegang suara? Apa betul ada aturan main yang dilanggar?” terang Sudewo.

Kepada DK, Sudewo memaparkan rincian pelaksanaan musda dan muscab. "Saya garis bawahi tidak ada aturan main yang dilanggar dan tidak ada pemaksaan ancaman. Musda dan muscab sudah sesuai aturan main, tatib AD/ART,” jelasnya.

Sudewo juga membantah dirinya meminta uang saat gelaran pemilihan pimpinan pengurus daerah. “Tolong disebutkan siapa sumbernya. Tidak ada itu,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Sudewo belum menerima surat keputusan (SK) pemberhentian dirinya dari struktur kepengurusan. "Saya belum terima SK, jadi saya belum tahu apa alasan pemecatan," katanya.

Seperti diketahui, rapat pleno DPP Demokrat pada Kamis 23 Februari membahas rekomendasi dari DK. Pleno memutuskan memberhentikan Angelina Sondakh dan Sudewo dari kepengurusan.

Sementara itu, Sekretaris DK, TB Silalahi, menjelaskan rekomendasi ini diberikan karena DK menganggap Sudewo terlalu sibuk mengurusi musda dan muscab. “Sudewo diberhentikan dari jabatan di DPP agar dia konsentrasi di DPR. Selama ini habis waktunya untuk mengurusi musda, muscab, dan lain-lain di daerah. Tugas di DPR itu sangat penting,” kata TB Silalahi terpisah.

(ton)