MAKASSAR- Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang mengunggulkan Jusuf Kalla sebagai calon presiden, dinilai mantan Wakil Presiden ini sebagai bentuk penghormatan.
Saat ditemui di Makassar, pria yang akrab disapa JK itu mengucapkan terima kasih atas keunggulan hasil survei tersebut. Namun untuk tetap melaju sebagai calon presiden, JK mengaku masih akan mempertimbangkannya.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengaku masih akan menimbang-nimbang dahulu hasil survei tersebut sambil melihat perkembangan situasi politik nasional. Ini dilakukan karena waktunya masih lama.
Nama JK sempat mencuat dalam mukernas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Hotel Grand Surya, Kediri, Rabu 22 Februari lalu. Saat itu sebanyak 23 DPD se-Indonesia mengusulkan nama JK untuk dicapreskan dari partai berlanmbang kakbah ini.
Hal tersebut sesuai dengan survei CSIS yang menang 5,6 persen dibanding Aburizal Bakrie meraup suara 5,2 persen dari jumlah responden sebanyak 2.117 orang.
(Rudi Gunawan/Sindo TV/kem)