MAMASA - Tiga hari pascabentrok warga dengan polisi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, polisi menggelar olah TKP di lapangan Mamasa. Pada Sabtu pekan lalu, ratusan orang terlibat bentrok dengan polisi saat berunjuk rasa menolak perayaan Ulang Tahun Mamasa ke-10. Akibat bentrokan itu puluhan orang dari warga dan polisi menderita luka.
Dalam olah TKP, aparat membuat sketsa tempat terjadinya pelemparan batu ke arah aparat saat bentrokan terjadi.
“Olah TKP ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dengan membuat sketsa posisi saat bentrok di kedua belah pihak,” ungkap Kanit Serse Polres Mamasa Iptu Syamsuriansyah, Selasa (13/3/2012).
Seperti diketahui, pada Sabtu pekan lalu massa pendukung Bupati Mamasa nonaktif Obed Nego Depparinding berunjuk rasa menolak perayaan hari jadi Mamasa hingga berujung bentrok dengan polisi.
Akibat bentrokan itu, puluhan orang baik dari pihak warga maupun polisi menderita luka terkena lemparan batu di kepala.
Polisi sudah mengamankan lima warga yang diduga sebagai provokator. Mereka diamankan di Mapolda Sulselbar.
Sementara itu, kondisi Mamasa hari ini juga sudah kondusif. Gedung perkantoran dan sekolah-sekolah sudah ramai. Aktivitas masyarakat di pasar-pasar juga sudah normal seperti biasanya.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.