JAKARTA – Politikus Partai Demokrat, Herman Khoeron meminta agar PKS komitmen dan menghormati kontrak koalisi. Sebab penolakan PKS atas rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada paripurna DPR kemarin, jelas merusak keharmonisan partai koalisi terutama dengan Demokrat. Apalagi, ulah PKS ini merupakan yang ketiga kalinya sikapnya berseberangan dengan anggota koalisi lainya.
“PKS harus komit dan dapat menghormati kontrak koalisi, tentunya dengan berbagai konsekuensinya. Kalau berbicara rakyat, Partai Demokrat sangat konsen dan memberi perhatian yang besar terhadap rakyat dan khususnya wong cilik karena partai demokrat lahir dari keinginan rakyat dikala tuntutan demokrasi dan reformasi menggelora dihati rakyat,” ujar Herman kepada okezone, Selasa (3/4/2012).
Menurut dia, seharusnya PKS dapat seirama mendukung dan menyetujui rencana pemerintah tentang kenaikan minyak bersubsidi itu. Bahkan, kata dia sikap partai koalisi lainnya juga sama-sama didasarkan kepentingan rakyat. justru, menurut dia, jika rencana kenaikan itu ditolak tentunya akan mengancam gejolak anjloknya ekonomi nasional karena mengalami ketidak stabilan akibat naiknya harga minyak dunia.
“Lebih dari itu, semestinya PKS juga dapat menghormati partai-partai koalisi yang telah seirama mengambil sikap dan keputusannya. Perlu dicatat partai-partai koalisipun dalam mengambil sikap politiknya didasarkan pada kepentingan rakyat,” kata dia.
Lanjut dia, desakan untuk mengeluarkan PKS dari koalisi memang cukup kuat, namun dia menyerahkan sepenuhnya kepada ketua Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi yang dipimpin SBY dan pimpinan partai koalisi lainnya.
“Persoalan apakah PKS tetap atau keluar dari koalisi, berkembang keinginan yang kuat diinternal Partai Demokrat untuk diistirahatkan dulu dari koalisi, tetapi kami menghormatinya bahwa hal itu menjadi keputusan pak SBY dan pimpinan partai-partai koalisi,” jelasnya.
Dia memaklumi jika ketidak sepahaman PKS ini baru dilakukan pertama kali. Akan tetapi kata dia, sikap PKS ini tidak bisa ditoleril lagi karena sudah yang ketiga kalinya.
“Bagi kami ibarat lagu ‘Jangan sampai tiga kali’, satu kali dimaafkan, dua kali juga dimaafkan, tetapi kalau sudah tiga kali ya kebangetan,” tandasnya.
(Misbahol Munir)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.