JAKARTA - Partai Demokrat (PD) merombak jabatan politik kadernya di DPR. Pengamat Politik, Adrinof Chaniago menilai langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi beban partai dari kader-kader yang disebut-sebut bermasalah dengan hukum atau yang kinerjanya kurang baik.
"Bagian dari upaya menghilangkan beban partai, sehingga posisi strategis perlu disi orang yang tidak bermasalah baik dari segi kinerja maupun dari segi persoalan hukum," kata Adrinof saat berbincang dengan Okezone, Jumat (25/5/2012).
Tujuan lain yang ingin dicapai Partai Demokrat usai penataan kursi kadernya di Fraksi yakni supaya komunikasi dengan dewan pembina lebih lancar dan lebih baik. "Ini juga soal kemampuan dan cara berpolitik dari kader Demokrat yang sering kali membuat masalah dalam komunikasi politik," tuturnya.
Pengamat Politik Sebastian Salang mengatakan rotasi jabatan partai politik lazim dilakukan fraksi. Namun, rotasi yang di lakukan Partai Demokrat sangat signifikan. "Karena hampir semua struktur diganti dan ini jarang dilakukan fraksi lain," kata dia.
Sebastian Salang enggan mengira-ngira apa tujuan di balik rotasi ini. "Apakah ini rotasi biasa atau terkait dengan kebijakan internal Demokrat saya sendiri tidak tahu," cetusnya.
Pengamat Politik Charta Politika, Arya Fernandes mengatakan rotasi jabatan kader Partai Demokrat di DPR tidak bisa dilihat semata-semata untuk bersih-bersih. Yang terpenting dari kebijakan ini adalah penyegaran pengurus tingkat fraksi.
"Ini juga untuk memperbaiki citra fraksi yang kerap kali kebobolan dalam beberapa isu dan untuk mengamankan kebijakan partai ditingkat fraksi," ujarnya.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.