JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) terus mencari tahu kronologi penghadangan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Bandara Sultan Baabullah Ternate, Maluku Utara, kemarin.
"Kita sudah mendengar itu, sedang dicari mengapa bisa terjadi dan (kelompok mana yang melakukan) sedang dicari," ujar Kepala BIN Letjen TNI Marciano Norman di Jakarta, Jumat (25/5/2012).
Marciano mengaku belum mendapatkan informasi apakah massa yang menghadang putra bungsu Presiden SBY itu merupakan massa bayaran orang tertentu.
“Belum tahu, kita cari tahu dulu ya,” katanya.
Anas Urbaningrum dan Edhie Baskoro nyaris menjadi bulan-bulanan massa saat tiba di Bandara Baabullah Ternate, Maluku Utara, untuk menghadiri Musyawarah Pimpinan Daerah Partai Demokrat kemarin.
Massa yang berjumlah ratusan orang itu langsung berlari ke arah petinggi Partai Demokrat yang baru sampai sekira pukul 08.23 WIT. Massa berhasil menerobos penjagaan hingga runway bandara. Petugas yang ada di lokasi tidak bisa menghalau massa tersebut.
Tak berhasil mendekati Anas dan Ibas, massa kemudian melakukan penganiayaan terhadap Jhonny Alen karena menghalangi massa. Karena massa tidak bisa diredam amarahnya, Anas dan Ibas memilih naik ke pesawat dan meninggalkan Ternate.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.