POLHUKAM

Akbar Sarankan Penentuan Cawapres Golkar Lebih Terbuka

Senin, 04 Juni 2012 10:51 wib
Tegar Arief Fadly - Okezone
Akbar Tandjung (Foto: Dok Okezone) Akbar Tandjung (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Setelah hampir dapat dipastikan bahwa Partai Golkar akan mengusung Ketua Umumnya, Aburizal Bakrie (Ical) sebagai capres 2012, Golkar kini tengah berkonsentrasi untuk menentukan siapa figur yang cocok untuk mendampingi Ical.

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, dalam penentuan cawapres harus dibahas mengenai beberapa kriteria, seperti kultur Jawa-luar Jawa atau sipil-militer.

"Nanti akan dibicarakan di Rapimnasus yang akan datang. Ada pendekatan sipil militer, Jawa luar Jawa, dan pendekatan lain. Itu yang dijadikan pertimbangan," kata Akbar di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/6/2012).

Sebagai dewan penasihat partai, Akbar mengaku sempat memberikan masukan kepada para pengurus partai untuk lebih menggunakan mekanisme keterbukaan dalam penjaringan figur cawapres. Namun usulan tersebut tidak digubris.

"Kalau saya kan sudah menyampaikan, kami dewan peertimbangan mengusulkan, saran untuk wapresnya lebih demokratis. Tapi dikatakan bahwa usul itu tidak relevan kata Pak Ical. Kami tidak dalam posisi memperpanjang masalah ini. Kita tunggu saja hasil Rapimnas besok," jelasnya.

Kendati usulan Akbar tidak dijadikan acuan oleh partai dalam penentuan cawapres, namun Akbar tetap akan menerima apapun keputusan yang telah ditentukan di dalam rapimnasus nantinya.

"Dalam negara demokrasi itu harus ada keterbukaan, keikutsertaan dari seluruh anggota partai. Dari segi keputusan tentu keputusan itu sah. Tapi dari segi demokrasi ya harus keterbukaan. Setelah dipersetujui pada rapimnas, tentu itu secara instansi keputusan yang harus dihormati," ungkap Akbar.
(ded)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

BACA JUGA ยป