3 Kepahitan Realitas Politik Indonesia Versi Cak Imin

Rabu, 20 Juni 2012 17:56 wib | Bagus Santosa - Okezone

3 Kepahitan Realitas Politik Indonesia Versi Cak Imin ilustrasi (okezone) JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan saat ini realitas politik di Indonesia dalam masa yang sulit. Menurutnya, ada beberapa hal yang membuat realitas politik di Indonesia terkesan pahit.

"Pertama realitas politik yang pragmatis dan disalahartikan sebagai politik transaksional," kata dia dalam acara 'Orientasi dan Pendalaman Tugas Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Anggota DPRD se-Jabar, DKI dan Banten' di Hotel Maharani, Jakarta, Selasa (20/6/2012).

Dengan adanya politik transaksional ini, kata Cak Imin, sapaan Muhaimin, terjadilah praktik politik uang (money politics). Cak Imin mengatakan, politik transaksional inilah yang kemudian diidentikkan dengan politik uang, seperti yang terlihat saat Pemilukada diselenggarakan.

"Orang menjadi pemilih di Pemilukada asalkan ada uang transport-nya, fenomena ini yang kemudian merusak cara pandang berpolitik masyarakat kita," jelasnya.

Cara seperti inilah yang mengakibatkan banyaknya oknum-oknum gubernur dan wali kota tersangkut kasus korupsi, karena dalam setiap pencalonan membutuhkan dana yang besar. "Karena itu kita perlu akhiri politik tidak beradab ini. Kenyataan seperti ini yang mejadi agenda nasional PKB untuk memberantasnya," tegas Cak Imin.

Dilanjutkan Cak Imin, pahitnya realitas politik yang kedua adalah soal tata politik yang ada. Menurutnya, perlu penyempurnaan tata politik baik di daerah atau pun pusat.

"Itu yang harus direnovasi, sistemnya yang kurang baik dan itu yang harus dirubah. Karena itu, banyak hal yang harus PKB rubah agar sistemnya menjadi lebih baik," kata dia.

Selanjutnya soal pahitnya realitas politik di Indonesia adalah kesadaran berpolitik. "Kita memakai politik pasar, yang dominan yang menang. Pengelolaan politik kita harus dikelola dan diarahkan untuk berubah ke arah politik yang lebih tepat sesuai dengan kepentingan pendiri negara ini," jelasnya.

Karena itu, dia memupukkan semangat kepada kadernya untuk bisa merubah realitas politik yang ada saat ini dan dirubah menjadi realitas politik yang lebih baik.

"Itu dengan cara menguatkan kulturalnya, punya pesantren, punya ulama dna tradisi yang itu harus dijaga," kata dia. (put)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »