POLHUKAM

Anas Ngaku Lupa Soal Toyota Harrier dari PT Adhi Karya

Rabu, 27 Juni 2012 20:48 wib
Mustholih - Okezone
Anas Urbaningrum Anas Urbaningrum

JAKARTA- Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengaku lupa apakah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menanyakan soal Toyota Harrier, mobil yang diduga diperoleh dari dua perusahaan pemenang tender proyek pembangunan Sport Center Hambalang, Jawa Barat, PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya.

"Saya tidak hafal semua pertanyaan penyidik," kata Anas Urbaningrum di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (27/6/2012).

Anas diperiksa soal Hambalang selama lebih dari tujuh jam. Anas mengaku cuma dicecar tiga pertanyaan krusial. Menurut Anas, pertanyaan penyidik berkisar soal struktur Partai Demokrat, struktur Fraksi Demokrat, dan tugas dirinya ketika pernah menjadi Ketua Fraksi Demokrat di DPR. "Mengapa keterangan saya dan klarifikasinya agak lama karena yang ditanyakan cukup banyak," ungkap Anas

Anas juga mengaku lupa berapa jumlah pertanyaan yang dicecar penyidik. Bagi suami Atthiyah Laila ini, berapa jumlah pertanyaan penyidik tersebut tidak penting. "Saya tidak hafal karena menurut saya itu tidak penting," kata Anas.

Seperti diketahui, Anas iduga menerima sebuah Toyota Harrier, di dealer mobil Duta Motor, Pacenongan, Jakarta Pusat, pada November 2009. Konon, mobil berpelat nomor B 15 AUD tersebut diperoleh karena telah memenangkan tender Hambalang ke PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya. Nah, mobil ini disebut-sebut sebagai bukti keterlibatan Anas dalam proyek yang belakangan menelan biaya hingga Rp 2,7 triliun tersebut.

Terkait dugaan tersebut, Anas menolak menjelaskan dari mana asal mobil itu diperoleh. Dia hanya berujar pendek. "Ah, sampeyan bisa saja," kata Anas. (ugo)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
  • rahmat sastro » 0 Tanggapan
    aduhhhhh kpk kelamaann......ga jelas kpk yg baru bilang yah ga aka takut nangkep sia papun tapi bukti yah,,,, boong gaji da gede lupa.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Anang » 0 Tanggapan
    Paling aman jawaban itu lupa dan lupa, seharusnya dan biasanya kalau ditanya soal harta biasanya ingat dan jarang lupa pada umumnya, sehngga alasan itu biasa utk Ngeles saja. Bicara & Jawab jujur seharusnya diberikan ke KPK biar kasusnya jelas.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »