Rakornas GMNI Diwarnai Kericuhan

|

foto:ist

Rakornas GMNI Diwarnai Kericuhan
JAKARTA - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Palembang, Sumatera Selatan, diwarnai sedikit kericuhan. Kericuhan tersebut terjadi setelah ada kesepakatan untuk menolak konsep empat pilar kebangsaan Indonesia.

Ketua DPC GMNI Cabang Bandung, Ilham Wiratmaja mengatakan, bebeberapa anggota meminta keputusan menolak konsep empat pilar kebangsaan yang sering disosialisasikan Ketua MPR Taufiq Kiemas dan pimpinan MPR RI lainnya, dibatalkan. Padahal sebelumnya, keputusan tersebut sudah dibahas dan disepakati oleh Komisi Politik.

"Setelah diplenokan akhirnya diketok, disepakati bahwa GMNI menolak usulan itu. Tapi ada beberapa kawan GMNI yang membatalkannya. Kemudian Komisi Politik dikumpulkan lagi dan membahas ulang," kata Ilham, (Kamis, 19/7/2012).

Namun, pembahasan di Komisi Politik berujung deadlock. Saat pembahasan ulang inilah, terjadi keributan di luar. Aksi saling pukul pun tak bisa dihindari. Salah satu korbannya, Ketua DPC GMNI Cianjur, Bili. Ia mengalami luka pukul.

"Kericuhan tidak lama, polisi langsung menengahi, " tandas Ilham.

Dalam pembahasan di Komisi Politik, para aktivis GMNI menilai konsep empat pilar kebangsaan sebagai konsep yang a historis. Konsep empat pilar, sambung Ilham, sudah keluar dari dasar negara Pancasila, dan justru mensejajarkan Pancasila dengan tiga pilar lainnya, yaitu Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam rapat di Komisi Politik juga mengemuka pandangan bahwa sosialisasi empat pilar yang dilakukan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas dan pimpinan MPR lainnya juga tidak benar. Harusnya, Pancasila hidup dalam kehidupan bernegara, bukan dilakukan sosialisasi seperti jaman Orde Baru.

Rakornas GMNI sendiri digelar di Asrama Haji Palembang dan dihadiri DPC-DPC GMNI. Rakornas diselenggarakan sejak 16 Juli hingga hari ini.
(ydh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Lomba Sra' Pasra'an Mantan di Tengah Lunturnya Budaya Madura