MEDAN – Penangkapan yang dilakukan aparat Polsekta Medan Sunggal terhadap 17 anggota geng motor Water Blue (WB) mengungkapkan fakta baru atas eksistensi geng motor.
Stigma geng motor yang selama ini hanya menggambarkan arogansi kelompok usia remaja yang mencari identitas dengan menciptakan aksi-aksi arogan, kini mulai ditunggangi oleh kepentingan sejumlah pihak. Satu diantaranya organisasi kepemudaan (OKP)
Ancaman aksi arogansi geng motor pun terancam meluas karena OKP yang menaungi geng motor ini telah masuk hingga ke kader-kader perubahan di sejumlah universitas di Medan lewat satuan mahasiswa yang merupakan sayap organisasinya.
Setidaknya itu lah pengakuan M Ilham, salah seorang anggota geng motor WB yang diamankan Polsekta Medan Sunggal Sabtu 25 Agustus lalu. Menurutnya, aksi arogan yang dilakukan di tempat umum merupakan tindakan untuk memancing rival kelompok mereka yang diketahui sebagai kelompok yang bernaung di salah satu OKP di Medan.
“Kami semua anggota geng motor WB yang juga anggota satma (satuan mahasiswa) OKP. Kami melakukan aksi geber untuk memancing rival kami dari kelompok Simple Life (SL) yang juga dibekingi oleh salah satu OKP di Medan. OKP kami dan OKP mereka yang terlibat bentrok beberapa waktu lalu di Jalan Sekip Medan. Kami mau menghabisi mereka karena mereka terlalu arogan, terlalu menonjol, bahkan anggota kami pun diganggu," jelasnya, Minggu (26/8/2012).
Proses rekrutmen anggota geng motor ini pun terbilang cukup radikal. Ilham mengaku untuk masuk menjadi anggota geng motornya ada mekanisme selayaknya orientasi yang harus dilewati setiap anggota. Peran OKP pun diakui cukup sentral karena petinggi di geng motor pada umumnya merupakan anggota OKP.
“Sebelum jadi anggota kami kena ospek dulu bang. Disuruh dorong motor sampe lima kali keliling lapangan. Petinggi-petingginya orang-orang yang kami kenal anggota OKP juga, makanya kami juga diajak masuk OKP," kata dia.
Sebelum memulai aksinya untuk menghabisi rivalnya dari SL, Ilham mengaku telah meminum minuman keras jenis tuak. Untuk aksinya menghabisi rivalnya itu, Ketua kelompoknya A (30) yang kini tengah dikejar polisi pun memberikan uang. A sendiri belakangan diketahui sebagai anggota salah satu OKP.
“Kami dikasih minum tuak sama uang Rp3 juta. Yang jalan 17 orang. Tujuh yang beraksi, 10 lagi memantau. Kami diperintahkan untuk menghabisi SL. Perintah langsung dari ketua kami,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Sunggal AKP B Marpaung saat dikonfirmasi mengaku sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Namun ia belum mau mengkaitkan aksi genk motor ini dengan sejumlah OKP di Medan.
“Kita masih periksa seluruhnya. Ketuanya juga tengah kita kejar. Soal OKP nanti dulu ya kita belum mengarah kesana. Kita masih kerjakan soal kriminalnya dulu," ucap Marpaung.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.