JAKARTA - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana menjelaskan penelitian di Indonesia masih sangat rendah kesadarannya baik dalam tingkat anggaran maupun dalam tingkat lapangan.
"Contohnya dalam pembuatan legislasi, makalah akademis harus dibuat sebelum RUU disahkan," tutur Denny di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2012).
Dikatakan olehnya, Indonesia menempati posisi di bawah Arab Saudi dengan menduduki peringkat 20 dalam penelitian. "Saya teringat saat bapak presiden mempresentasikan bahwa kita berada di peringkat ke-20 (dalam penelitian). Peringkat ke-19, kalau tidak salah, adalah Arab Saudi," imbuhnya.
Menurut Denny, penting untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian.
Hal senada juga disampaikan oleh Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan. Dia mengatakan, masyarakat luas harus dilibatkan untuk bisa menjangkau masyarakat berbasis pengetahuan seperti dalam penelitian.
"Indonesia di tingkat 108, masih sangat tertinggal dibanding negara Asia lainnya. Contoh bahwa Indonesia masih sangat tertinggal adalah, seringkali kita membahas apa yang ada di hilir, tetapi luput membahas bagaimana cara meningkatkan proses ini semua," ujar Anis.
Menurut pendiri Indonesia Mengajar, untuk melihat peristiwa tersebut, kita perlu melakukan pendekatan dengan tindakan yang melibatkan masyarakat.
"Kita belum mempunyai guru yang membuat generasi depan kita sadar akan hal ini (penelitian). Pembelajaran itulah yang belum ada di sini untuk masa depan Indonesia. Kita juga harus menamamkan pendidikan mulai dari usia dini, bukan hanya berbasis perkotaan," tutupnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.