Nasib Anas di Kasus Hambalang Tinggal Menghitung Hari

Kamis, 04 Oktober 2012 20:33 wib | Fiddy Anggriawan - Okezone

Nasib Anas di Kasus Hambalang Tinggal Menghitung Hari Anas Urbaningrum JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi korupsi proyek Sports Center Hambalang. Sebelumnya KPK telah menetapkan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga Dedi Kusdinar sebagai tersangka.

"Jadi proses Hambalang masih dalam tahap penyelidikan. Insya Allah, satu dua minggu lagi," kata ketua KPK Abraham Samad di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta selatan , Kamis (4/10/2012).

Menurut Abraham, KPK tidak akan terburu-buru menetapkan tersangka baru. Katanya, untuk tahap awal , KPK tidak akan menyebutkan nama seseorang yang berpotensi menjadi tersangka dalam sebuah perkara.  "Karena kalau kita sebutkan dan disampaikan ke media, dan besok dimuat besar-besar, maka langkah-langkah penyelidikan berikutnya misalnya penggeledahan, penyitaan barang-barang itu akan terganggu. Oleh karena itu kami tidak akan menyebutkan," katanya.

Saat ini, kata Abraham KPK sedang fokus  merampungkan penyelidikan terkait aliran dana Hambalang, yang disinyalir lari ke Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010 silam.

Namun, ketika didesak wartawan soal kemungkinan Anas Urbaningrum menjadi tersangka, Abraham enggan menjelaskannya. katanya, KPK tak bisa menyatakan, apakah ketua umum partai Demokrat tersebut terlibat atau tidak. "Kami masih dalami. Tunggu saja tanggal mainnya. Ingat lagu Krisdayanti. Tahu ga lagunya apa? Ya itu dia, menghitung hari," cetusnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menerangkan, kasus Hambalang terus dikembangkan, termasuk membidik membidik keterlibatan Anas terkait aliran dana Hambalang senilai Rp2,5 triliun tersebut. "Sudah kita ketahui ada supir Anas dipanggil dan seterusnya. Jadi kita mengapresiasi setiap informasi atau petunjuk-petunjuk yang masuk kita kembangkan," tegas Busyro.

Busyro mengatakan, bila diperlukan Anas Urbaningrum akan dipanggil kembali oleh KPK. "Kalau nanti dari pengembangan ini ada kepentingan penyelidiikan lebih detail lagi dan untuk itu Anas perlu dipanggil, ya akan kami panggil lagi," simpulnya.

Sementara itu, indikasi keterlibatan Anas dalam penyelidikan ini, diakui Busyro masih tergantung kepada pendalaman. Kemudian, berdasarkan petunjuk-petunjuk atau pernyataan-pernyataan yang ada memang seperti itu. "Tapi pentunjuk belum bisa disimpulkan sebagai bukti. Harus disaturangkaikan dengan bukti-bukti lain. (Tersangka baru) belum bisa nantilah," tutupnya. (ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »