Image

Warga Bali Bentuk Posko Keprihatinan Kasus Lampung

Ilustrasi Bentrok

Ilustrasi Bentrok

DENPASAR - Berbagai elemen organisasi dan tokoh masyarakat di Bali membentuk Posko Keprihatinan Peristiwa Lampung guna membantu meringankan beban warga Bali Nuraga yang menjadi korban kerusuhan.

 

Deklarasi Posko Keprihatinan digelar di Kampus Universitas Udayana Denpasar dimotori anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Wayan Sudirta dan tokoh-tokoh masyarakat Bali lainnya.

 

Pembentukan Posko ini fokus utamanya adalah untuk membantu warga asal Bali yang menjadi korban amuk massa di Lampung Selatan. Mengingat, seluruh harta benda mereka sudah hancur tanpa sisa setelah dibakar massa.

 

Menurut Sudirta yang ditunjuk sebagai Koordinator Posko, pembentukan lembaga tersebut dilatarbelakangi atas keprihatinan korban peristiwa Lampung Selatan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa tidak sedikit dan kerugian materila dan immaterial lainnya.

 

"Ini kegagalan negara dalam melindungi warganya dan jika terus berulang akan memicu provokasi sejenis di daerah lain. Ini tak lepas ulah provokator yang selalu memanfaatkan setiap perbedaan suku, agama, budaya dan lainnya sebagai komoditi untuk memicu konflik," tegasnya, Sabtu (3/11/2012).

 

Untuk itu, mereka yang berhimpun dalam wadah ini, untuk menggalang semua potensi di masyarakat bersama-sama membantu meringankan korban tragedi berdarah di Lampung Selatan.

 

"Yang dibutuhkan saat ini adalah bantuan uang bagi saudara-saudara kita di sana, karena itu kami akan menggalang dana untuk segera dikirim untuk membangun kembali rumah mereka yang hancur," katanya.

 

Pihaknya menargetkan jika telah terkumpul dana hingga Rp500 juta akan segera disalurkan kepada mereka untuk recovery membangun atau memperbaiki rumah yang rusak yang diperkirakan sebanyak 300 unit.

 

Setelah mencermati kasus berdarah di Bali Nuraga, pihaknya membuat surat pernyataan berisi lima poin penting. Pertama bahwa baik warga Lampung asli maupun warga Bali pendatang sejatinya sama-sama menjadi korban sehingga tidak boleh ada yang dipojokkan.

 

Kedua, lanjutya, mendesak pemerintah melakukan program rehabilitasi fisik, rehabilitasi psikis untuk menghapuskan trauma dan mengembalikan persaudaraan serta membuat program sistemik dan permanen untuk mengurangi kesenjangan sosial.

 

"Ketiga pemerintah dan semua pihak harus berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan upaya-upaya yang ingin membenturkan penduduk asli dan penduduk pendatang diantaranya wacana untuk mengusir penduduk pendatang," tandasnya.

 

Diketahui, Posko Keprihatinan Peristiwa Lampung itu terdiri dari para tokoh dan lembaga masyarakat di Bali diantaranya, Dharma Adyaksa PHDI Pusat, Sabha Pandita PHDI Pusat, Dewan Pesraman Pandita PHDI Bali, Perguruan Sandhi Murti dan Universitas Udayana.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x