JAKARTA- Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan bersyukur atas naiknya elektabilitas partai dan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa. Menurut dia, peningkatan elektabilitas ini menunjukkan bahwa lembaga survei masih bisa memberikan data objektif.
"Dari hasil survei INES terakhir menunjukkan peningkatan popularitas Pak Hatta dan PAN. Paling tidak survei ini bisa memberikan data yang objektif terkait mentalitas lembaga survei itu sendiri," ungkap Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Meski demikian, dia juga berharap masyarakat tetap memberikan dukungan terhadap PAN. "PAN meskipun meningkat hasil survei tapi kita tetap dengan segala kerendahan hati tetap berharap dukungan masyarakat. Dan apa yang disurvei oleh lembaga survei menjadi cerminan objektif yang ada di masyarakat," kata dia.
Bagi dia, survei masih menjadi acuan parpol. Namun, pihaknya tetap akan bekerja keras dan terus akan melakukan konsolidasi untuk mendapatkan simpati rakyat.
"Apapun kita melihat bahwa survei adalah salah satu indikator saja. Sehingga tentunya kita tetap secara konsolidasi sesuai arahan ketua umum kita akan terus bekerja. Memang kader pan di tingkat pusat terus bergerilya semua kita serahkan kepada masyarakat," imbuhnya.
"Walaupun di survei sebelumnya PAN underestimate alhamdulilah. Sekarang meningkat juga. Jadi semuanya memang tergantung bagaimana partai bekerja sesuai harapan ketua umum. Pemacu semangat dari teman-teman di lapangan," pungkasnya.
Sebelumnya, Hatta Rajasa ditempatkan sebagai calon presiden (capres) yang memiliki peluang terbesar dari beberapa tokoh etnis non-Jawa.
Berdasarkan survei yang dilakukan Indonesia Network Election Survey (INES). Menurut Direktur Data INES, Sudrajat Sacaawitra, Menteri Koordinator Perekonomian itu menjadi tokoh etnis non Jawa yang kuat dalam Pilpres 2014 nanti. "Hatta Rajasa menjadi tokoh etnis Non Jawa yang kuat secara elektoral dengan 28,6% dari sejumlah nama tokoh etnis non-Jawa yang disebut," kata Sudrajat.
Dari beberapa nama capres non-Jawa, kata Sudrajat, hanya Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla yang menjadi pilihan rakyat Indonesia. "Dengan simulasi semi terbuka pun, ada dua nama tokoh etnis non-Jawa yang dipilih oleh lebih dari 20%, yaitu Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla," jelas Sudrajat.
Menurutnya, semua ini mengindikasikan bahwa Hatta Rajasa cukup punya kans yang kuat secara elektoral untuk menjadi presiden.
Adapun persentase beberapa tokoh pilihan responden terhadap capres etnik Non Jawa jika diadakan pilpres adalah, Hatta Rajasa, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Surya Paloh, Yusril Ihza Mahendra, Puan Maharani Kiemas, Akbar Tanjung, Marzuki Alie, Gamawan Fauzi, Irman Gusman.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.