Image

Kronologis Kerusuhan Manokwari

Ilustrasi (Okezone)

Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA- Tiga kantor pos polisi di Jalan Merdeka, Manokwari dibakar massa, Rabu (5/12/2012) kemarin. Aksi pembakaran Pos Polisi Sanggeng, Pospol KP3, dan Pos Lalu Lintas tersebut diduga buntut dari protes warga atas tewasnya seorang narapidana bernama Timotius AP karena ditembak polisi. Timotius kabur dari Lapas Manokwari sejak Agustus 2012 lalu. Polisi menembak tersangka dengan dalih, Timotius mencoba menembak polisi dengan senjata rakitan.

Menurut anggota Tim Monitoring Lembaga Penelitian Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Simon Banundi, pembakaran itu disebabkan karena warga emosi karena polisi menembak Timo. “Polisi menembak mati Timo secara diam diam lalu mengantar jenazah ke rumah korban di Wirsi Manokwari,” kata Simon dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/12/2012).

Simon menuturkan, pemicu kerusuhan di Manokwari dimulai pada Selasa 4 Desember 2012. Berikut kronologis peristiwa, menurut informasi yang dikumpulkan tim LP3BH:

- Tanggal 2 Desember 2012, korban Timotius Ap pulang dari pulau Jawa ke Manokwari. Korban Timo Ap pulang dan tiba di Manokwari ditemani Istrinya, Iwanggin.

- Sepulang dari Jawa, korban jarang tinggal di rumah Wirsi. Korban lebih banyak di luar rumah karena korban masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam beberapa kasus yang menurut Polisi dilakukan oleh korban.

-Selasa, 4 Desember 2012, pagi hari hingga menjelang siang, Timo Ap sempat bergaul dengan beberapa teman-teman di Wirsi. Dia sempat meminta pinang dan makan pinang. Setelah itu pada siang harinya korban hilang dan sudah tidak diketahui oleh beberapa teman-temannya di Wirsi.

- Malam harinya, tanggal 4 Desember 2012 hari, korban diketahui dirawat di Rumah Sakit Dr Azhari (Rumah Sakit Angkatan Laut) Manokwari. Informasi ini diterima oleh tante korban Nelestin AP melalui seorang kerabat keluarga korban.  Kerabat itu mengatakan kepada Nelestin, “Tolong ke rumah sakit lihat Timo, dia masih hidup atau sudah mati.”

- Selanjutnya Nelestin bersama saudara korban yang lain bergegas menuju rumah sakit Angkatan Laut Dr Azhari. Namun dalam perjalanan, mereka melihat petugas Polisi dan medis yang sudah mengantar jenazah korban pulang ke rumah milik nenek korban dengan alamat Jalan Simponi Rindu, Wirsi, Manokwari Barat. Mereka langsung mengalihkan perjalanan ke rumah Nenek Timo.

- Untuk diketahui, hanya nenek korban berusia sekitar 70an tahun yang tinggal sendirian di rumah. Nenek korban tidak mengetahui bahwa jenazah Timo Ap diantar petugas ke rumah. Tidak ada satu kalimat atau bahasa yang disampaikan oleh petugas yang mengantar jenazah kepada nenek korban. Petugas pengantar jenazah langsung pergi dari rumah meninggalkan peti jenazah dan korban begitu saja.

- Beberapa menit kemudian, Nelestin dan beberapa kerabat korban yang lain berdatangan dan menangis histeris melihat jenazah korban yang hanya mengenakan celana pendek dan baju kaos oblong bersih yang baru dipakaikan ke korban. Jenazah menggunakan pakaian baru. Jenazah itu dibalut perban di sekujur dagu dan leher seakan korban terluka. Padahal tidak ada luka di dagu, leher dan kepala pada umumnya. Luka korban baru ditemukan di perut dekat pusar, nampak luka jahitan bekas operasi medis mengeluarkan proyektil.

-Pukul 23.30 WIT, Selasa 4 Desember 2012, mulai tersebar kabar secara meluas bahwa Timo Ap telah ditembak mati oleh Polisi. Warga sekitar mulai berdatangan melawat jenasah korban Timo Ap

-Pukul 06.00 WIT, Rabu 5 Desember 2012  beberapa keluarga korban mulai melakukan aksi pemalangan jalan masuk ke Wirsi (jalan Simponi Rindu). Pemblokiran mulai meluas di beberapa ruas jalan kota Manokwari. Berita penembakan Timo pun diungkap media lokal, yang menulis Timo Ap ditembak Tim Operasi Profesional (OPNAL) Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Manokwari di Maripi Pantai Distrik Manokwari Selatan karena hendak melawan petugas dengan senjata api jenis pistol rakitan, korban tewas ditembak di kepala.

- Pukul 07.00 WIT hingga pukul 09.00 WIT, warga sudah menutupi jalan-jalan utama kota Manokwari seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan Merdeka, jalur pemukiman warga Sanggeng, Jalan Siliwangi, Jalan Soedjarwo Condronegoro (Reremi), Jalan Gunung Salju (arah Amban).

- Aktifitas kota Manokwari menjadi lumpuh total, pusat bisnis, Hadi Departement Store, Orchid Swalayan, pasar, kios dan pertokoan ditutup secara massal oleh pemilik. Penutupan juga dilakukan pada kantor-kantor Pemerintah Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat, sekolah-sekolah tutup hingga kantor-kantor perbankan juga ditutup sejak pagi hari hingga siang .

- Pukul 10.00 WIT, puluhan massa mulai melakukan aksi kekerasan dengan melempari beberapa pertokoan di sepanjang jalan Yos Sudarso, jalan Merdeka hingga jalan Siliwangi. Puluhan ruko di sepanjang jalan tersebut mengalami rusak yang cukup serius, beberapa kendaraan mobil dan motor dirusak oleh massa.

- Sekitar pukul 12.00 WIT, saat massa bergerak ke arah kota tepatnya di depan kantor Gubernur Papua Barat, terlihat aparat Brimob, aparat Dalmas Polres dan pasukan TNI terlihat memblokade ruas jalan yang akan digunakan massa.

- Seorang warga bernama Demianus Waney tiba-tiba memegang pengeras suara di depan aparat keamanan meminta kepada warga untuk bubar dan pulang. “Saya orang asli papua, anak adat, saya minta kalian bubar dan pulang, saya bilang pulang,” kata Demianus Waney. Mendengar perkataan itu, massa semakin beringas, beberapa ruko, warung makan milik warga pendatang di sekitar pelabuhan laut PT Pelni Manokwari akhirnya menjadi sasaran amukan massa yang protes terhadap Demianus Waney.

- Aparat polisi, Brimob dan TNI mulai bergegas maju. Namun berhenti, sebab terjadi negosiasi antara seorang Pendeta yang mengaku sebagai pendeta terhadap korban Timo Ap yang di tembak. Namun pada saat yang bersamaan Demianus Waney mengatakan “Silakan aparat mengambil tindakan,” katanya.

- Aparat selanjunya bergerak maju dan membubarkan massa, aparat keamanan dari Polisi, Brimob, dan TNI menggunakan truk, mobil tahanan dan kendaraan Barakuda mulai bergegas maju menguasai jalan-jalan protokol yang dikuasai massa.

- Sekitar pukul 13.00 WIT, situasi mulai pulih dan kondusif.

(ugo)
Live Streaming
Logo
breaking news x