JAKARTA – Pernyataan politikus Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, yang mengatakan korupsi itu buah dari kemakmuran dinilai tidak masuk akal.
“Itu berfikirnya terbalik, enggak logis,” kata Peneliti muda Indonesian Corruption Watch (ICW) Apung Widadi, saat berbincang dengan Okezone, Minggu (9/12/2012).
Apung Menuturkan dalam kepemimpinan Partai Demokrat selama delapan tahun terakhir, korupsi semakin tak dapat dikendalikan. “Barometer kemakmuran apa? boleh dikatakan Partai Demokrat 8 tahun memimpin negeri, justru korupsi tidak bisa dikendalikan, buktinya polisi masih nekat saja, kejaksaan juga sama. Kalau mau menciptakan kemakmuran berantas korupsi,” terangnya.
Dia menambahkan bahwa konsep pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini, tak memiliki dukungan politik dari Partai Demokrat. “Pemberantasan korupsi malah tidak terarah, Demokrat sendiri terjangkit mega skandal,” terangnya.
Dia berharap agar presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat memperbaiki sikap politiknya untuk memberantas korupsi. “Perlu diperbaiki,” tukasnya.
Sebelumnya Pernyataan politikus Partai Demokrat, Ahmad Mubarok mengatakan saat ini upaya pemberantasan korupsi mengalami peningkatan satu digit, pengawasan ketat harus tetap terus dilakukan, mengingat korupsi itu melanda di negara mana saja, baik itu negara makmur maupun negara miskin.
"Sebetulnya korupsi itu buah dari kemakmuran. Sebab kalau negeri itu makmur itu pasti ada korupsinya. Kalo negeri miskin korupsi itu juga sangat merajalela. Karena pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai dengan pengawasan yang ketat maka korupsi terjadi. Di semua negara terjadi," kata Mubarok saat menghadiri acara deklarasi Forum Peduli Memerangi Korupsi (FPMK), di wisma Purnawira, Jakarta, Minggu (9/12/2012).
Mubarok menuturkan korupsi sebetulnya telah terjadi sejak zaman pemerintahan Soeharto. Namun, sambung Mubarok, pada rezim Orde Baru korupsi merajalela karena ditutupi oleh sistem yang ada. Berbeda, dengan era perubahan saat ini, semuanya serba terbuka.
"Dulu di zaman Soeharto korupsi juga banyak tapi kan sistem menutupi dan sekarang zaman perubahan. Apa saja terbuka, korupsi terbuka. Jadi saya pikir positif," ujarnya.
(K. Yudha Wirakusuma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.