JAKARTA - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo, meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merevisi nama-nama auditor, yang ditugaskan menginvestigasi penyimpangan pembangunan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang tahap II.
Bambang mengatakan bahwa salah satu auditor yang mengaudit Hambalang tahap II dikerjakan oleh auditor (Agung Firman Sampurna) tak lain adalah anak dari anggota Komisi X yang akan jadi terperiksa BPK.
"Adanya informasi auditor memiliki hubungan istimewa dengan anggota komisi X, kita minta Pimpinan BPK mempertimbangkan kembali," kata Bambang saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Revisi auditor investigasi ini wajib dilakukan, agar hasil audit investigasi Hambalang II ini dapat berjalan secara profesional, tanpa adanya intervensi atau benturan kepentingan politik. "Karena takutnya nanti ada kepentingan, dan agar lebih independen saja," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPR Marzuki Alie percaya penuh kepada BPK untuk memilih auditor, karena di sana pasti ada etika dalam melakukan pemeriksaan. "Saya yakin BPK punya standar khusus. Tidak mungkin ada orang yang punya hubungan darah bisa melakukan audit terkait dengan satu kasus. Saya yakin BPK paham itu. Tanpa diberitahukan pun harusnya BPK sudah melaksanakan itu," jelas Marzuki
Marzuki memang khawatir hal tersebut akan mengganggu proses pemeriksaan. "Ya, karena sifat manusiawi yah. Hubungan baik, hubungan darah dan sebagainya," ucapnya.
Saat ditanya apakah Pimpinan DPR akan menyurati BPK terkait revisi auditor investigasi kasus Hambalang itu, Marzuki mengaku itu tergantung Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN). "Ya, kalau memang ada permintaan ya kita melanjutkan tidak ada masalah. Tergantung BAKN saja," pungkasnya.
(K. Yudha Wirakusuma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.