MAKASSAR – Mereka duduk berdampingan di kursi berjajar pada barisan depan di bawah tenda di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (4/1/2013). Tiga pasangan kandidat Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin berpasangan Abdul Aziz Qahhar Muzakkar, petahana Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang, dan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasiringi, tampak begitu akrab. Sesekali Ilham terlihat berbincang dengan Agus di sampingnya, begitu pula Syahrul bercakap-cakap dengan Rudiyanto.
Ketiga pasangan tersebut akan bertanding dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulsel pada 22 Januari nanti. Mereka baru saja menandatangani prasasti Pilkada damai disaksikan oleh Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas berikut Ketua KPUD dan anggota serta Panwaslu dari 24 kabupaten dan kota se-Sulsel.
Mungkin lantaran melihat keakraban antarcalon itulah, Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas sempat berseloroh. “Andaikata ada dasar hukum yang membolehkan bahwa diundi saja tapi Undang-undang mengatakan harus dipilih oleh rakyat,” canda Jayadi seraya menguraikan, tahapan Pilkada Sulsel telah berjalan dengan baik dan lancar.
Sementara Ketua KPU RI Husni Kamil Manik, secara lugas mengomentari kemesraan tersebut. “Kita bisa menyaksikan ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Bisa saling bercanda, bersenda-gurau, dan saling menyampaikan selamat,” kata Husni.
Husni menyambung, tanggung jawab cara memilih pemimpin itu tidak saja hanya oleh penyelenggara, tapi jauh lebih penting dan lebih bertanggung jawab jika itu dipelihara oleh para peserta, para calon pemimpinnya sendiri. “Saya tadi dengar juga ketiga pasang kandidat ini sudah berbincang-bincang bagaimana proses demokrasi, proses Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan, hanya sampai di Makassar. Tidak perlu prosesnya dibawa ke tempat lain hanya karena takut ada ancaman keamanan yang mungkin berdasarkan perhitungan-perhitungan yang rasional dan akademis,” ucap Husni.
Hal itu, menurut dia, adalah sesuatu yang harus dibulatkan dan diyakini, penandatanganan prasasti damai dari ketiga pasangan calon menandakan mereka siap mengendalikan seluruh tim kampanyenya dan seluruh simpatisannya agar semua proses Pilkada Sulsel tidak tercederai hanya karena adanya riuh-rendah para pendukung dan simpatisan.
“Kita sangat berharap itu, yang kalah legowo, yang menang tidak sombong. Kita melihat tidak hanya di luar negeri, beberapa waktu yang lalu di dalam negeri Pemilihan Gubernur DKI Jakarta telah memberi pelajaran yang sangat berharga bagi kita,” pesannya.
Dia juga berpesan kepada ketua dan anggota KPU Provinsi Sulsel untuk tetap menjaga agar berada pada posisi yang netral , tidak memihak, agar tidak menjadi sumber konflik. Tapi kalau yang berkonflik itu hanya antarpasangan calon, maka penyelesaiannya jauh lebih mudah karena penyelenggaranya tidak ikut-ikutan.
Di tempat yang sama, ketiga calon Gubernur Sulsel yang dimintai tanggapannya semua merespons positif deklarasi tersebut. Mereka akan menjadi teladan bagi kalangan tim sukses dan para pendukung serta simpatisan.
“Hari ini kita sudah melakukan tanda tangan Pilkada damai, saya berharap tim sukses ke bawah akan bisa mengimplementasikan seperti apa Pilkada damai yang diharapkan akan berlangsung aman, tertib, dan betul-betul damai. Siap menerima kekalahan dan tidak eforia dalam kemenangan,” ucap Ilham Arief Sirajuddin.
Ketika ditanya wartawan tentang janji dan perubahan apa yang bisa dibawa bila terpilih kembali, Syahrul Yasin Limpo menjawab tegas, dirinya akan meneruskan apa yang telah dia lakukan sebelumnya. “Saya teruskan apa yang ada, kita menuju Sulawesi Selatan yang menjadi pilar utama Indonesia. Selama ini Sulsel mengkontribusi sangat besar pada kepentingan nasional, contohnya beras, kami ikut membantu makanannya seluruh Indonesia 17 provinsi dan itu menjadi kekuatan nasional,” ujar Syahrul yang merasa optimis tingkat partisipasi Pemilu meningkat bila didorong pemerintah.
Kandidat ketiga, Andi Rudiyanto Asapa, menyebutkan, akan datang berkampanye ke Sulsel guna mendukungnya, antara lain Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo, Adnan Buyung Nasution, Eros Djarot, dan Roy BB Djanis.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.