Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jalinsum Rusak Berat, Gus Irawan Salahkan Gubernur

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Minggu, 20 Januari 2013 |07:06 WIB
Jalinsum Rusak Berat, Gus Irawan Salahkan Gubernur
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

MEDAN - Calon Gubernur Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu mengaku Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, dalam hal ini Plt. Gubernur Sumatera Utara, menjadi pihak yang paling bertanggungjawab atas belum kunjung mantabnya kondisi jalan lintas sumatera (jalinsum) di Propinsi Sumatera Utara.  
 
Meskipun jalinsum merupakan jalan nasional yang dikelola pemerintah pusat, namun sejatinya Plt. Gubsu memiliki posisi tawar yang cukup strategis untuk menekan pemerintah pusat, guna memperbaiki kondisi jalinsum.
 
"Kalau kita jalan dari Riau sampai Aceh, kita langsung tau kita sudah sampai di Sumut atau belum. Kalau di Riau, jalan lintas hampir seluruhnya mantab, begitu juga di Aceh, Sementara kalau di Sumut kita akan merasakan guncangan karena jalannya berlubang,"ujarnya saat mengisi talkshow bertajuk Coffee Break bersama sejumlah komunitas kreatif di Merdeka Walk Medan, Sabtu (19/1/2013) malam.
 
"Apa rupanya beda jalan lintas di Sumut dan Aceh atau Riau. Kan sama-sama jalan nasional. Kalau disana bagus disini enggak berarti kan ada posisi tawat pemerintah kita kurang bagus untuk menekan pemerintah pusat mencairkan anggaran perbaikan jalan pada pemerintah pusat," tambahnya.
 
Gus mengaku, rendahnya posisi tawar pemerintah selama ini, karena kurang sinergisnya pemerintah propinsi dan kabupaten/kota di Sumut, untuk memberikan tekanan secara berkelanjutan pada pemerintah pusat, untuk segera melakukan perbaikan jalan.
 
"Selama ini kan masih sendiri-sendiri. Gubernur menyampaikan desakannya sendiri, Bupati dan Walikota juga begitu, DPRD juga begitu. Padahal kalau Gubernur bersama Ketua DPRD Sumut serta Bupati/Walikota dan seluruh Ketua DPRD Kabupaten/Kota bersama-sama pergi ke Jakarta. Jumlahnya mencapai 120 orang itu. Dan mereka merepresentasikan seluruh masyarakatnya. Saya pikir itu akan membuat pemerintah pusat berpikir dua kali untuk menunda pencairan anggaran. Tapi kordinasinya kan lemah. Plt Gubernur harusnya lebih mampu melakukan itu," cetusnya.
 
Buruknya kondisi jalinsum di Sumatera Utara selama ini, telah membuat pembangunan ekonomi di sumut menjadi kurang maksimal. Sumut pun masih harus terus merasakan ekonomi berbiaya tinggi, yang pada faktanya telah memiskinkan petani. Kepariwisataan Sumut yang sejatinya sangat potensial pun akhirnya ditinggalkan, karena buruknya akses jalan menuju lokasi pariwisata.

(Misbahol Munir)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement