Oknum Polisi Ini Diduga Perkosa Tahanan dengan Todongan Pistol

Sabtu, 30 Maret 2013 16:25 wib | Syamsu Rizal - Koran SI

Ilustrasi pemerkosaan Ilustrasi pemerkosaan PALU- Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) menyidik dugaan pemerkosaan yang dilakukan Bripka AH terhadap seorang tahanan perempuan FM (24) di dalam sel tahanan Polres Poso.

Saat ini, oknum polisi itu sudah ditahan di Polres Poso. Selain pelanggaran etika Kepolisian, Bripka AH juga akan diproses pidana.

Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Dewa Parsana, mengatakan, oknum polisi tersebut ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Polres Poso. Dia mengaku geram, jika benar tindakan anggotanya yang seharusnya mengayomi, justru melanggar etika dan moral sebagai anggota Polri.

"Bila terbukti, sidang pidana langsung sidang kode etik. Bila dianggap tidak layak ya langsung pecat," sesal Kapolda Dewa Parsana di Palu, Sabtu (30/3/2013).

Dia menegaskan, berkas kasus dugaan pemerkosaan akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan. Sampai saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polres Poso.

Selain itu, polisi juga akan menyelidiki oknum anggota lainnya yang diduga terlibat di antaranya petugas yang piket pada malam kejadian. Kenapa tersangka bisa masuk ke dalam sel tahanan? "Yang jaga tahanan juga kena, harus diperiksa," kata dia.

Dewa Parsana mengatakan, peristiwa dugaan pemerkosaan terjadi pada malam hari, sekira satu pekan lalu di sel tahanan Polres Poso. Saat itu, tersangka kasus Narkoba yang telah ditahan sekira dua bulan lalu diduga diperkosa oleh oknum polisi. Ironisnya, Bripka AH melakukan tindakan itu dengan menodongkan senjata.

"Mungkin juga dia (tersangka) kena narkoba, ini sungguh tidak bermoral. Apalagi kalau sampai ada penodongan. Tidak ada ampun," kata Dewa Parsana yang akan segera mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolda Sulteng.

Pengakuan korban diperkosa oleh oknum polisi pada malam hari dengan todongan pistol. Bukan hanya Bripka AH, namun ada dua oknum polisi lainnya yang juga melecehkannya.

Namun, Dewa Parsana masih akan mendalami pengakuan korban yang digilir oleh anggota polisi. Sejauh ini, kata dia hanya satu tersangka, itupun belum tentu bersalah.

"Ini masih didalami. Saya juga kaget kalau sampai digilir tiga oknum polisi. Ini kan sadis betul. Sekali lagi, ini masih harus didalami," kata dia.

Sementara itu, tersangka Bripka AH membantah tuduhan melakukan persetubuhan dengan tahanan.

"Dia (Bripka AH) membantah memperkosa, alasannya menemui si cewek ini (korban) untuk pengembangan kasus Narkoba. Masalahnya, tidak ada saksi, apalagi kejadiannya sudah lama, tapi kesalahannya kenapa menemui tahanan pada malam hari. Jadi tetap kita proses lanjut," ujar dia.

Kapolda memerintahkan kepada jajarannya agar kasus yang mencoreng Polri itu segera diproses secara transparan. Dia memastikan tidak akan melindungi anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Karena kasus menyangkut oknum Polri (sehingga) super prioritas. Tidak boleh lambat, sehingga menghindari dianggap melindungi anggota yang salah. Harus proses dan transparan," jelas dia. (Syamsu Rizal/Koran SI/kem)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »