Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Endriartono: Jangan Tawarkan Saya Jadi Wakil Presiden

Iman Herdiana , Jurnalis-Sabtu, 06 April 2013 |22:18 WIB
Endriartono: Jangan Tawarkan Saya Jadi Wakil Presiden
Endriartono Sutarto di Bandung (Foto: Iman H/okezone)
A
A
A

BANDUNG- Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto mengaku siap maju sebagai calon Presiden RI pada Pemilu 2014.

Bagi Panglima TNI era Presiden Megawati Soekarnoputri itu, jabatan presiden untuk melakukan perubahan supaya Indonesia menjadi lebih baik lagi dan rakyat jadi lebih sejahtera.

Tanpa menduduki jabatan presiden, lanjutnya, tidak mungkin bisa melakukan perubahan bagi NKRI. Karena itulah dia enggan menjadi wakil presiden.

"Jangan tawarkan saya jadi Wakil Presiden, bukan karena saya sombong, angkuh, apalagi mengejar jabatan, tetapi karena yang bisa melakukan perubahan adalah presiden," kata Endriartono.

Ini dikatakan Endriartono di sela acara Silaturahmi Bersama Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto bertema "Kepemimpinan Nasional dan Masa Depan Bangsa Indonesia" di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung, Sabtu (6/4/2013).

Dia menegaskan, akan mencalonkan presiden bukan karena mengejar jabatan. "Saya lakukan itu bukan semata-mata demi kepentingan pribadi, tetapi demi kebaikan rakyat," katanya.

Didesak wartawan apakah dia akan segera melakukan deklarasi pencalonannya sebagai presiden, Endriartono hanya tersenyum. Menurutnya, pencalonan harus melewati sistem yang ada di Indonesia, yakni lewat partai politik. "Ya kita lihat lah," tukasnya.

Dia juga sempat berteka-teki terkait pencalonannya sebagai presiden. Menurutnya, setiap orangtua pasti memiliki niatan baik untuk anak-anaknya. Seorang pemimpin juga harus punya niatan baik

"Apakah saya punya niatan baik? Saya punya keyakinan bahwa saya akan bisa," katanya. "Itu harapan mereka saat memilih saya. Niatan baik tidak akan merugikan, akan tahu halal haram."

Endriartono juga mengaku kecewa dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meski diakuinya bisa menjabat hingga dua periode karena banyak masalah bangsa ini yang belum bisa teratasi. Hal ini terjadi karena tidak adanya garis besar haluan negara (GBHN).

"Presiden periode sekarang meski mengecewakan, namun kok bisa dua periode," katanya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement