Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tangkap Pembunuh Sertu Santoso!

Tegar Arief Fadly , Jurnalis-Kamis, 18 April 2013 |06:31 WIB
Tangkap Pembunuh Sertu Santoso!
ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Komisi I DPR mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap tujuh buronan kasus pembunuhan terhadap Sertu Santoso di Hugos Cafe, Yogyakarta.

Pasalnya, peristiwa tersebut merupakan akar permasalahan dari kasus penyerangan dan penembakan yang dilakukan oleh 11 oknum Kopassus di Lapas Cebongan beberapa waktu lalu.

"Pembunuh Sertu Santoso harus diadili. Kalau enggak ada ini kan enggak terjadi kasus Cebongan," kata Anggota Komisi I, Nurhayati Ali Assegaf saat dihubungi Okezone, Rabu (17/4/2013) malam.

Namun, Nurhayati yang juga ketua Fraksi Partai Demokrat ini tidak sepakat apabila proses peradilan dari 11 Anggota Kopasus yang terbukti melakukan penyerangan ke Lapas Cebongan harus dihentikan.

Menurutnya, proses peradilan itu harus tetap berjalan bersamaan dengan pencarian para buron yang membunuh Sertu Santoso, agar motif awal dari peristiwa tersebut bisa terungkap.

"Biar pengadilanya berjalan, sementara ini terus diusut. Jangan seolah Kopassus yang meninggal itu dilupakan. Ini dua hal yang harus diselesaikan. Motif di Cebongan sudah diketahui, jiwa korsanya. Kalau ini kan belum," tegasnya.

Selain itu, perempuan berjilbab itu juga berharap agar Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) juga pro aktif dalam proses pengusutan kasus Sertu Santoso.

"Kopassus yang dibunuh ini juga punya HAM. Ini kan juga harus ditegakkan. Kalau menurut saya, ini biar saja pengadilan berjalan, sambil mencari buronan ini. Tidak harus menunggu. Komnas HAM juga harus bergerak," pungkasnya.

(Tri Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement