Minim Laki-Laki, Masa Seleksi Komisioner KPAI Diperpanjang

Kamis, 23 Mei 2013 16:38 wib | Aisyah - Okezone

Minim Laki-Laki, Masa Seleksi Komisioner KPAI Diperpanjang Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone) JAKARTA - Minimnya laki-laki yang mendaftar untuk mengikuti seleksi calon Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2013-2016 menjadi salah satu alasan mengapa masa pendaftaran diperpanjang. Masa pendaftaran yang sebelumnya sampai tanggal 18 Mei menjadi 29 Mei 2013.  
 
"Ini karena adanya persyaratan tidak boleh merokok. Ini penting dalam perlindungan anak karena akan mengganggu mereka dan sesuai dengan Undang-undang no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," kata Ketua Tim Seleksi Komisioner KPAI, Erna Sofwan Sjukrie, saat konferensi pers, di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2013).
 
Erna menilai, bila orang tua masih merokok, maka anak yang menjadi perokok pasif akan jadi korban. Sementara bapak atau ibunya yang perokok aktif, lanjut Erna, justru tak peduli imbas perbuatan mereka terhadap anaknya.
 
Selain itu, kata Erna, perpanjangan masa pendaftaran ini juga demi menjaring lebih banyak tokoh dan aktifis yang peduli pada masa depan anak-anak Indonesia. "Maka kami memutuskan untuk memperpanjang hingga 29 Mei 2013 pukul 17.00 WIB," terang Erna.
 
Erna menjelaskan, sesuai dengan peraturan, pihak KPAI hanya akan mengusulkan 18 orang calon anggota KPAI terbaik kepada Presiden RI, kemudian akan dipilih lagi menjadi sembilan orang yang akan diangkat menjadi anggota KPAI Periode 2013-2016 setelah mendapat pertimbangan dari DPR.
 
"Tahapan seleksinya mencakup administrasi, test tertulis, wawancara, kesehatan fisik, psikotest dan uji publik," papar Erna.
 
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Seto Mulyadi alias Kak Seto yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut menjelaskan, seharusnya laki-laki bisa turut berpartisipasi untuk melindungi seorang anak.
 
"Kebanyakan perempuan, laki-lakinya mana? Padahal laki-laki juga bisa jadi pejuang anak. Wartawan juga harus ikut. Saya mengajak, khususnya para aktifis perlindungan anak laki-laki," terang Seto.
 
Dalam kesempatan itu juga, Ketua KPAI, Badriyah Fayumi mengingatkan soal komitmen calon untuk melindungi anak, karena nantinya kesehariannya akan bergelut dengan permasalahan seputar kehidupan anak.
 
"Penting mengetahui aspek regulasi dan problematika anak serta sejauh mana kedalaman dan komitmen terhadap perlindungan anak. Makanya, test psikotest bisa memastikan itu karena setiap hari bergelut dan bergulat dengan permasalahan anak-anak," tutup Badriyah.
(hol)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »