nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komnas PA Temukan Penyiksaan Terhadap Tersangka Anak oleh Penyidik

Arie Yoenianto, Jurnalis · Senin 22 Agustus 2016 19:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 22 519 1470258 komnas-pa-temukan-penyiksaan-terhadap-tersangka-anak-oleh-penyidik-6VTj02X8d3.jpg Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait (ketiga dari kanan) saat berdiskusi soal dugaan penyiksaan terhadap pelaku anak di bawah umur (Arie/Sindo)

PASURUAN - Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Indonesia mensinyalir adanya penyiksaan fisik terhadap pelaku kejahatan anak di bawah umur. Tindak penyiksaan yang diduga dilakukan penyidik kepolisian diduga sebagai bentuk intimidasi agar pelaku mengakui perbuatannya.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, tindak penyiksaan terhadap empat anak di bawah umur diketahui setelah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak di Blitar, menemukan bekas luka memar dikedua tangannya.

Keempat anak tersebut yakni berinisial Ir (16), Mag (16), Rof (16) dan Lu (16), saat ini telah menjalani vonis hukuman penjara selama 1,5 tahun sejak empat bulan lalu.

Menurut Arist Merdeka Sirait, terjadinya tindak penyiksaan oleh oknum penyidik kepolisian untuk mengungkap kejahatan jelas-jelas tidak dibenarkan. Apalagi penyiksaan tersebut dilakukan terhadap anak-anak yang terlibat dalam tindak kejahatan.

"Penyiksaan ini merupakan pelanggaran hak-hak anak yang harus dilindungi. Sejak proses penyidikan, tersangka anak di bawah umur seharusnya mendapat pendampingan. Sehingga hak-hak anak tersebut bisa terjamin," kata Arist, Senin (22/8/2016).

Informasi dikumpulkan dari orang-orang terdekatnya menyebutkan bahwa pihaknya menduga ada salah tangkap pada kasus penggerebekan tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tersebut. Bahkan ia menyebut barang bukti yang disita polisi adalah kendaraan milik terdakwa sendiri atau bukan hasil kejahatan.

Karena itu, pihaknya akan mengawal proses hukum keempat terdakwa yang saat ini melakukan upaya kasasi di Mahkamah Agung. Pihaknya juga akan melaporkan dugaan penyiksaan oleh oknum penyidik kepolisian tersebut kepada Kapolri dan Komisi Polisi Nasional (Kompolnas).

"Kami sangat setuju dengan tindakan aparat polisi untuk menumpas pelaku kejahatan. Tetapi harus dibedakan cara memperlakukan tersangka yang masih dibawah umur. Kami akan mengawal kasus tersebut dan melaporkannya pada Mabes Polri," tandas Arist Sirait.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Kelik Trimargo, mengaku prihatin maraknya pelaku kejahatan yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Ia bahkan menyebut sekitar 70 persen tindak pidana yang disidangkan, melibatkan anak-anak di bawah umur.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Riyanto, menepis tudingan adanya tindak penyiksaan dalam penanganan perkara tersebut. Menurutnya, para penyidik sudah bertindak sesuai prosedur dalam mengungkap setiap perkara yang ditanganinya.

"Penyidik tidak mungkin melakukan tindakan yang di luar batas. Setiap proses hukum didasarkan pada fakta bukti-bukti dan keterangan saksi yang menguatkan terjadinya tindak pidana," kata Kasat Reskrim Riyanto.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini