Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lembaran Anas Urbaningrum Cuma Emosional Sesaat

Arief Setyadi , Jurnalis-Rabu, 03 Juli 2013 |06:39 WIB
Lembaran Anas Urbaningrum Cuma Emosional Sesaat
Anas Urbaningrum
A
A
A

JAKARTA - Pasca-ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan kasus pembangunan sport center di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, sesumbar jika persoalan yang menimpanya adalah lembaran pertama dan akan ada lembaran berikutnya.

Berbagai dugaan kian bermunculan, Anas dianggap akan membongkar kasus besar yang terjadi di negeri ini. Tetapi, sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Februari lalu, lembaran baru dari bekas orang nomor satu di Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) itu tak kunjung berlanjut.

Direktur Eksekutif The Sun Institute, Andrianto, menilai, sikap Anas yang sesumbar itu merupakan luapan emosional belaka dan sesaat. Pasalnya, seorang Anas tidak mungkin sanggup untuk melawan kekuasaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kalau menurut saya sejak awal enggak begitu yakin bila Anas akan melawan kekuasan seorang presiden, karena dia bukan aktivis murni dan bukan aktivis pergerakan, dia kan hanya aktivis formal. Sehingga karakter aktivis pergerakan ‘98 tidak ada di dalam diri Anas. Jadi ancaman Anas hanya emosional sesaat," kata Andrianto saat berbincang dengan Okezone, Rabu (3/7/2013).

Menurut dia, dengan ditetapkannya sebagai tersangka dalam proyek senilai Rp2,5 triliun itu, karir politik suami Athiyyah Laila Attabik tersebut sudah tamat walau belum tentu divonis bersalah dalam kasus ini.

"Karir Anas dalam hal ini sudah selesai (berakhir), karena akan sulit dia kembali ke politik lagi mengingat kasus yang membelitnya ini adalah kasus korupsi. Tentu yang tertanam di benak masyarakat adalah negatifnya. Meski Anas belum tentu bersalah, tentu itu akan menjadi rekam jejaknya, dan saya pikir karirnya sudah selesai," pungkasnya. 

Sekadar diketahui, nama Anas terseret saat disebut Muhammad Nazaruddin, telah menerima pemberian Toyota Harrier dari PT Adhi Karya. Namun Anas membantahnya, dan mengatakan mobil tersebut dibeli secara dicicil kepada Nazaruddin.

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement