MALUKU TENGAH - Kondisi 5.000 lebih warga Desa Negeri Lima, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, memprihatinkan. Mereka merupakan pengungsi korban jebolnya Bendungan Wae Ela. Sebagian rumah di desa itu hilang disapu terjangan air bendungan yang mengarah ke laut.
Mereka kini tinggal di tenda-tenda pengungsi yang dibangun Dinas Sosial Pemprov Maluku dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku.
Namun, tenda yang didirikan masih kurang untuk menampung pengungsi. Banyak dari mereka yang belum mendapat tempat berteduh.
Para pengungsi juga masih kekurangan makanan, pakaian, serta selimut. Mereka juga diresahkan dengan ancaman terjangan air susulan karena hujan masih mengguyur Desa Negeri Lima hingga pagi ini. Kondisi Bendungan Wae Ela sendiri masih berbahaya. Karena itu warga diminta tidak mendekati desa dan tetap berada di perbatasan.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (26/7/2013), pascajebolnya bendungan, kondisi desa luluh lantak dan hanya menyisakan puing-puing material bangunan yang tersapu ke laut. Tinggi gelombang air yang menghempas permukiman mencapai tujuh meter.
Sebagian warga nekat mendatangi desa untuk menengok tanah di mana rumah mereka pernah berdiri. Hanya lahan kosong yang ada, sementara bangunan terbawa air. Kalau pun ada rumah yang bertahan material bangunannya sudah tidak utuh lagi.
Sejumlah mobil, traktor, dan alat berat milik Balai Sungai Dinas PU Maluku juga ikut tersapu air hingga hancur.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ada 470 rumah di Desa Negeri Lima yang rata dengan tanah. Jumlah korban luka sebanyak 32 orang dan empat orang hilang.
(Anton Suhartono)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.