Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Korupsi Bikin Demokrat Anjlok

Misbahol Munir , Jurnalis-Kamis, 10 April 2014 |17:30 WIB
Kasus Korupsi Bikin Demokrat Anjlok
Foto: Dok. Okezone
A
A
A

JAKARTA - Hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei menunjukkan Partai Demokrat yang berkuasa selama dua periode di pemerintahan justru anjlok dalam perolehan suara pada Pemilu Legislatif 9 April kemarin.  
 
Menurut Pengamat komunikasi politik, Ari Junaedi, jebloknya perolehan suara partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini disebabkan banyaknya kasus korupsi yang melilit para elit parpolnya.
 
"Sangat rasional jika pemilih mengaku kecewa dengan Demokrat karena muak dengan perilaku koruptif yang ditunjukkan elit-elitnya. Apalagi sosok SBY yang menjadi basis pilihan pemilih juga tidak bisa mencalonkan diri lagi," jelas Ari kepada Okezone, Kamis (10/4/2014).
 
Meski demikian kata pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini, raihan suara Demokrat masih selamat dari perkiraan para pengamat yang dinilai hanya bertahan di angka 3-4 persen.
 
"Harus diakui di saat-saat akhir jelang Pemilu, iklan Demokrat yang cerdas dan mengena serta massif di stasiun-stasiun televisi juga serangan negatif dari pendukung SBY ke arah Jokowi dan PDIP juga turut menyumbang perolehan suara Demokrat yang 10 persen," kata dia.
 
Di samping itu, konvensi capres Demokrat juga tak banyak membantu menyelamatkan Demokrat.
 
"Dan harus dicermati juga, etalase deretan tokoh-tokoh yang maju di konvensi ternyata juga tidak begitu memikat pemilih. Artinya, ada persoalan sistemik di tubuh Demokrat yang membuat SBY sendiri kewalahan menertibkan perilaku anak buahnya yakni korupsi. Dan rakyat membacanya dengan tidak memilih Demokrat di pemilu 2014 ini," tandasnya.

(Misbahol Munir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement